MALANG — Permasalahan besar yang kerap dialami penyandang tunanetra adalah masih sulitnya bagi mereka untuk mengakses buku. Untuk itu Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) mengharapkan komitmen dari pemerintah untuk dapat menyediakan sudut tunanetra di setiap perpustakaan yang ada.
Ketua Pertuni, Aria Indrawati menjelaskan, sudut tunanetra sendiri adalah salah satu bagian dari perpustakaan, dimana di dalamnya disedian buku-buku yang aksesibel bagi tunanetra seperti buku braille dan buku audio. Selain itu juga disediakan komputer adaptif berupa komputer bicara yang dihubungkan dengan e-katalog berbagai koleksi buku yang ada di perpustakaan tersebut.
“Dengan demikian, tunanetra yang datang ke perpustakaan, bisa langsung dibantu untuk menuju ke sudut tunanetra dan menuju komputer yang telah dilengkapi dengan aplikasi pembaca layar. Mereka juga bisa memilih sendiri koleksi buku yang ingin mereka baca,” terangnya.

Menurutnya, selama ini minat baca tunanetra rendah karena fasilitas buku tidak tersedia bagi mereka. Mereka baru bisa mendapatkan buku hanya di sekolah luar biasa. Itupun hanya buku pelajaran.
“Untuk itu kami dari Pertuni meminta agar pemerintah menyediakan sudut tunanetra sehingga tunanetra bisa menjadi anggota perpustakaan dan berkunjung ke perpustakaan. Karena buku menjadi salah satu kebutuhan untuk belajar dan mengembangkan wawasan,” ungkapnya.
Bagi kawan-kawan pengelola perpustakaan diharap mulai sekarang merintis untuk menyediakan sudut tunanetra disetiap perpustakaan yang mereka kelola.
“Kita cari satu tempat yang mudah di jangkau tunanetra didalam perpustakaan tersebut. Kemudian kita sediakan buku-buku yang aksesibel bagi mereka,” pintanya.

Sementara itu, menanggapi permintaan tersebut, Sekretaris Daerah kota Malang, Wasto mengaku bahwa di perpustakaan pusat kota Malang sudah memiliki Layanan Pojok Braille (Lapobra) yang bisa dimanfaatkan oleh tunanetra. Laporbra sendiri dihadirkan sebagai bentuk semangat untuk memberikan hak-hak yang setara dalam literasi dan pendidikan.
“Ke depan rencananya kami juga akan menyediakan mobil antar jemput ke perpustakaan bagi penyandang disabilitas yang bertujuan untuk memudahkan sekaligus menumbuhkan minat baca disabilitas khususnya tunanetra,”ucapnya.