Perluasan Bandara Ngurah Rai Bali, Terus Dibahas

BADUNG – Rencana perluasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk menyambut pertemuan IMF-Bank Dunia yang akan dilaksanakan di Bali pada 2018, mendatang, terus dilakukan. Humas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Arie Ahsanurrohim, mengatakan, pada Minggu lalu pihak bandara telah melakukan pertemuan secara khusus dengan Bupati Badung.

Humas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Arie Ahsanurrohim. -Foto: Sultan

Menurut Arie, saat ini statusnya masih dalam proses ademdum amdal, namun dari pertemuan, pihak pemerintah Badung setuju dengan rencana perluasan Bandara itu. “Nanti dua minggu lagi kita mau melakukan presentasi di hadapan Bupati Badung mengenai teknis. Selanjutnya kita akan rapatkan juga dengan jajaran pihak Pemkab Badung, karena kemarin hanya bertemu dengan bupati saja”, ujar Arie, Kamis (17/8/2017) sore.

Namun, secara mendasar perluasan tersebut sudah mendapat izin prinsip dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk menambah ruang lingkup bandara. Dari izin tersebut, pihak Ngurah Rai memiliki dua opsi untuk proses perluasan bandara. Pertama, menggunakan tiang pancang dan kedua opsi pematangan lahan.

Sementara itu, dari pertemuan khusus dengan Bupati Badung, Bupati menyarankan agar perluasan itu dibangun menggunakan tiang pancang, karena pertimbangannya adalah reklamasi.

Namun, diakui Arie hal tersebut dibutuhkan kajian lebih mendalam lagi, karena harus mengkaji amdalnya terlebih dahulu, baik secara ekologi, ekonomi dan sisi operasi, karena perluasan bandara tersebut berdekatan dengan runway pesawat yang juga harus diperhatikan sisi keselamatan penerbangannya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan pihak Kejaksaan Tinggi Bali. Koordinasi tersebut dibutuhkan untuk melakukan pengawalan secara hukum, jika perluasan bandara tersebut dilakukan. Meskipun deadline pengerjaan perluasan tersebut hanya setahun, namun pihaknya tetap ingin mematuhi peraturan hukum yang berlaku.

“Kami lakukan itu demi menghindari resiko, selain itu kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk juga pihak desa adat sekitar sebagai penyangga Bandara, karena kita tidak mau bekerja jika tidak adanya restu dari orang Bali”, tutur Arie.

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali akan melakukan proses perluasan atau pembangunan Apron sisi barat dan Timur dan Pembangunan Gedung VIP. Rencananya perluasan tersebut demi mendukung kelancaran kegiatan pertemuan IMF-Bank Dunia yang akan dilaksanakan di Bali pada 2018 mendatang. Dengan perluasan tersebut, direncakan bisa membuat 10 parking stand pesawat.

Lihat juga...