Murid SDK Bayuwuan Asal Flotim Wakili NTT Cabang Bulu Tangkis ke Lomba O2SN
LARANTUKA –– Murid SDK Bayuwuan Kecamatan Adonara Tengah Kabupaten Flores Timur (Flotim) atas nama Savrinus Boli akan mewakili Provinsi NTT dalam cabang bulu tangkis putra tingkat Sekolah Dasar dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Medan Sumatera Utara pada 3 sampai 9 September 2017.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Olahraga Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Yohanes Frans Ukat saat ditemui Cendana News di kantornya, Kamis (31/8/2017) siang.
Dikatakan Yohanes, dari 20 atlet SD yang dikirim mewakili Kabupaten Flotim berlomba di tingkat provinsi dari 5 cabang olahraga yakni bulu tangkis, karate, silat, atletik, renang dan senam. Dari kelima cabang itu hanya bulu tangkis saja yang meraih juara pertama.
“Renang meraih juara pertama tapi hanya satu nomor saja sehingga tidak bisa mewakili provinsi NTT karena untuk lomba tingkat nasional harus yang menjuarai beberapa nomor,” ungkapnya.
Prestasi serupa beber Yohanes, terjadi pada 2014 di mana dari cabang olahraga atletik dan renang tingkat SD Kabupaten Flotim masing-masing satu orang atlet berhak mewakili NTT di lomba tingkat nasional sementara tingkat SMP juga mengutus satu orang dari cabang olahraga renang.
Sedangkan pada tahun 2015 masih dari canamg renang, lanjutnya, Flores Timur meloloskan dua orang atlet renang wakili NTT di level nasional tingkat SD dan tingkat SMP satu orang serta tahun 2016 hanya seorang yang berlaga di cabang olahraga renang tingkat SD.
“Daerah kami tidak memiliki kolam renang sehingga para murid hanya berlatih renang di laut saja namun prestasinya sangat bagus namun masih kalah di level nasional,” tuturnya.
Kebanyakan atlet renang yang mengikuti lomba tersebut beber Yohanes berasal dari desa Lamahala di Adonara Timur. Para murid tersebut merupakan anak-anak nelayan yang hampir sering berenang di laut setiap hari sehingga lebih mudah dipoles untuk menguasai gaya dalam renang dan meraih prestasi.

Sementara itu Sekertaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Flotim Diston Fernandez yang ditemui di tempat yang sama mengapresiasi prestasi para murid namun dirinya menyesalkan tidak ada pembinaan dari pihak sekolah di tingkat lanjut.
Menurutnya, seharusnya guru-guru olahraga di sekolah selanjutnya dari anak-anak yang berprestasi bisa memperhatikan dan menggembleng mereka agar terus berprestasi dan jangan hanya terputus di tingkat SD atau SMP saja.
“Setelah tamat SD atau SMP mereka akan lanjut ke sekolah berikutnya sehingga harusnya sekolah lanjutan ini sudah mengetahui prestasi siswa dan menggembleng mereka agar bisa ikut di lomba O2SN kembali dan meraih prestasi serupa,” harapnya.
Selain itu kata Diston, para atlet renang asal Flotim memiliki kelemahan saat harus memutar kembali ke titik awal sebab saat membalikan badan sering terlambat dan terlihat kesulitan sehingga ini yang harus dibenahi guru olahraga selaku pelatih yang mendampingi saat bertanding di level nasional.
Dirinya juga berharap agar para siswa yang berprestasi tersebut bisa melanjutkan ke sekolah khusus olahraga yakni Sekolah Keberbakatan Olahrga (SKO) setingkat SMA di Kota Kupang agar bisa mengasah bakat dan prestasi mereka.
“Bila melanjutkan sekolah di sekolah khusus ini maka diharapkan mereka bisa menjadi atlet yang meraih prestasi bukan hanya di lebel provinsi tapi di tingkat nasional dan bisa mewakili Indonesia di setiap cabang olahrga nantinya,” pungkasnya.