Lakukan Pemeliharaan Jaringan di Penengahan, PLN Pastikan Tidak Ada Pemadaman

LAMPUNG  — Beberapa petugas dari PT Perusahaan Listrik Negara melakukan pemeliharaan jaringan distribusi listrik saluran kabel tegangan menengah di wilayah Kecamatan Penengahan sepanjang 7 kilometer di sepanjang tepi Jalan Lintas Sumatera.

Menurut Agus salah satu petugas teknik dari PT PLN distribusi Lampung yang melakukan tugas pemeliharaan pada saluran kabel tegangan menengah tersebut dilakukan dengan memasang dudukan atau dikenal dengan cross arm berupa besi berkualitas tinggi pada puluhan tiang dari simpang Desa Gayam Kecamatan Penengahan hingga ke Desa Kekiling Kecamatan Penengahan.

Selain pemasangan cross arm petugas juga akan memasang isolator pada kabel tegangan menengah berisolasi tanpa mengganggu arus listrik. Proses pemadaman bahkan baru akan dilakukan setelah proses penggantian kabel dilakukan sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat yang membutuhkan sumber energi listrik.

Menurut Agus “Pemeliharaan Dalam Keadaan Bertegangan” (PDKB)  dilakukan selama beberapa hari terakhir tanpa mematikan listrik karena petugas melakukan pekerjaan dengan pengamanan sesuai prosedur keselamatan kerja berupa helm, sabuk pengaman serta sarung tangan.

Pemeliharaan tersebut dilakukan untuk memberi kenyamanan kepada pelanggan yang berada di wilayah tersebut dengan sistem dudukan pada kabel listrik terbungkus yang berada di bawah kabel tegangan menengah 20 kV tanpa selubung tersebut.

Beberapa petugas akan melakukan proses pemasangan kabel tegangan menengah yang didistribusikan ke masyarakat dan selama ini ditopang dengan tiang beton setelah tiang penopang atau dudukan kabel selesai dipasang.

“Kami bertugas melakukan proses pemeliharaan untuk jaringan tegangan menengah dengan proses penggantian kabel terlebih dahulu mengganti dudukan kabel atau lengan tiang baru saat pemasangan kabel baru akan dilakukan pemadaman,” ungkap Agus saat ditemui Cendana News, Kamis (24/8/2017).

Selain pemasangan tiang penyangga atau dudukan kabel tersebut pihaknya juga berkoordinasi dengan bagian perampasan pohon terutama ratusan pohon yang berada di sepanjang jalur kabel karena berpotensi bersentuhan dengan kabel listrik tanpa isolasi.

Pemasangan cross arm/travers dan isolator tersebut diakui Agus dilakukan pada tiang tunggal yang selanjutnya akan terhubung dengan gardu tiang ganda. Pemeliharaan jaringan pada saluran udara tegangan menengah memiliki kerumitan yang cukup tinggi.

Petugas harus melakukan pemasangan beberapa komponen di antaranya travers yang dipasang menggunakan klem dan dilengkapi sekrup dengan baut dan mur selain itu pemasangan isolator membutuhkan waktu satu jam lebih.

Salah satu tujuan pemasangan cross arm pada tiang listrik PLN khususnya pada saluran kabel tegangan menengah ungkap Agus untuk meninggikan kabel yang sebelumnya hanya dipasang pada tiang beton sehingga berpotensi terlepas akibat kekuatan dudukan yang tidak maksimal.

Selain itu ia berharap dengan posisi kabel yang lebih tinggi tidak akan terganggu oleh keberadaan pohon pohon di sekitar area tiang listrik yang masih dipertahankan oleh warga.

“Faktor usia yang sudah cukup lama juga menjadi faktor pemeliharaan harus segera dilakukan untuk kelancaran distribusi arus listrik bagi masyarakat,” terang Agus.

Sodik, warga Desa Banjarmasin menyebut dengan adanya pemeliharaan tersebut pihak PLN bisa meningkatkan pelayanan terutama perbaikan instalasi lama yang sudah harus diganti sehingga tidak akan ada lagi kendala yang dihadapi oleh PLN yang berujung pada pemadaman listrik.

“Saat ini musim kemarau menjadi saat tepat untuk proses pemeliharaan komponen pada tiang tiang listrik sehingga masyarakat akan menerima pelayanan maksimal,” ujar Sodik.

Meski dalam proses pemeliharaan pemasangan cross arm ia menyebut proses tersebut tidak harus dilakukan pemadaman listrik sehingga masyarakat tidak terganggu dengan pemeliharaan jaringan yang tengah dikerjakan oleh PLN di wilayah Penengahan tersebut.

 

Lihat juga...