Kreasi Barang Bekas, Pecinta Seni Musik Trik Gaet Wisatawan
LAMPUNG — Destinasi wisata buatan yang biasa dan tanpa sentuhan membuat jenuh wisatawan yang ingin berekreasi melepas kepenatan. Sadar akan hal tersebut penggagas Kampung Pelangi sebuah destinasi wisata kekinian di Desa Palas Pasemah Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan terus berinovasi.
Mereka berupaya membuat terobosan untuk menggaet para tarveller yang mencari info lewat media sosial. Kampung pelangi seluas dua hektar lebih yang semula merupakan kebun pohon Jati dan Albasia milik Adiyas M.Pratama dan keluarganya tersebut telah menjelma menjadi destinasi wisata yang menyedot ratusan kaum muda yang datang ke lokasi wisata edukatif tersebut.
Bersama dua rekannya Elis Soleha,Gunawan Wirdana gagasan dan ide ide kreatif terus dilakukan agar wisatawan atau pengunjung yang hobi berswafoto dan menyukai hal hal kekinian untuk singgah di destinasi wisata sekitar 100 meter Jalan Raya Palas.
Konsep selalu memberikan hal baru bagi pengunjung diakui Adiyas M.Pratama atau kerap dipanggil Tama menjadi trik sekaligus resep untuk menggaet pengunjung. Sebab ia mengakui tanpa ada hal yang baru Kampung Pelangi hanya akan menjadi sebuah titik wisata yang monoton dan tidak menarik.
“Wisatawan yang datang sebagian besar adalah anak anak usia sekolah dari TK,SD hingga anak muda sehingga konsep kekinian terus kita lakukan diantaranya pembuatan properti dari barang bekas berupa ban dan kayu kayu yang kita bentuk sedemikiam rupa sehingga menarik apalagi untuk background foto,” terang Yudh saat ditemui Cendana News dengan beberapa karya buatannya berbahan ban bekas, Minggu (6/8/2017)
Pembuatan beberapa karakter yang bersumber dari barang bekas berupa ban tersebut diakuinya merupakan hasil dari berburu ke sejumlah bengkel kendaraan roda dua dan roda empat mencari ban yang masih bisa dimanfaatkan.
Bersama rekan rekan tim kreatif dan pengelola Kampung Pelangi ide yang dimunculkan dengan visualisasi karakter binatang unik dan lucu bagi anak anak diantaranya Gajah, Ular, Buaya, serta binatang lain atau ban utuh yang dicat dengan pola warna warni semakin menjadikan beberapa titik berwarna warni.
Warna warni tersebut diakui Yudha sesuai konsep Kampung Pelangi dengan tulisan besar terbuat dari kayu, akar akar bekas serta baner baner, payung payung warna warni dan tempat tidur kain bersusun warna warni menjadi spot wisatawan untuk berfoto.
Beberapa titik diakuinya selalu disediakan hal hal baru salah satunya dengan karakter binatang berbagai jenis dan diubah setiap pekan agar pengunjung tidak bosan serta menarik wisatawan yang belum pernah berkunjung.


Selaku salah satu konseptor Kampung Pelangi Gunawan menyebut ada ide ide yang harus dirahasiakan sebelum ditampilkan agar memberi kejutan bagi pengunjung agar mau datang ke destinasi wisata tersebut.
“Kita tahu anak muda kekinian tak lepas dari gawai dan media sosial sehingga kita selalu unggah hal baru termasuk iven menarik tiga atau dua hari sebelum akhir pekan atau hari libur” ungkap Gunawan.
Satu pertunjukkan yang ikut menyumbang tingkat kunjungan wisatawan ke Kampung Pelangi terjadi pada Minggu (6/8/2017) di mana Kampung Pelangi berkolaborasi dengan pecinta seni musik akustik untuk bisa memberikan hiburan bagi pengunjung.
Konsep bermusik akustik di alam terbuka dengan sound system yang cukup memadai milik Laskar Production tersebut bahkan cukup memukau pengunjung dengan alunan musik dan lagu lagu yang dibawakan oleh band Laskar Akustik di bawah manajemen Laskar Production.
Ade Kurniawan selaku manajer Laskar Production yang membawahi Laskar Akustik mengaku bermula dari kecintaan akan seni musik pemuda pemuda Palas di Desa Rejomulyo ia mengaku penampilan di tempat wisata merupakan hal yang bisa ikut menyemarakkan sebuah tempat wisata.
Kreativitas antara pengelola destinasi wisata yang dikolaborasikan dengan pecinta seni seperti band yang dibawahinya sekaligus pesan bahwa pemuda Palas memiliki wadah untuk aktualisasi diri positif.
“Kita punya visi searah dalam hal seni yang mendampingi Kampung Pelangi dengan menampilkan karya seni musik akustik dan sambutannya hari ini cukup bagus sehingga pengunjung ikut disuguhi live music,” terang Ade Kurniawan.
Band Laskar Akustik di bawah manajemen Laskar Production bahkan dengan panggung kayu sederhana memukau pengunjung Kampung Pelangi yang didominasi anak anak muda dengan lagu lagu yang disukai anak anak muda masa kini.
Alat musik yang dipadu dengan sound system yang dipergunakan pun terbilang sederhana diantaranya gitar 1 dimainkan oleh Ari, gitar dua dimainkan Adi, alat musik Cajon dimainkan oleh Agus dan penampilan vokalis Agung dan Titin.
Menjelang HUT RI ke-72 permainan tradisional digelar di tempat tersebut berupa egrang, bakiak,serta permainan anak anak tradisional. Gunawan mengaku saat ini tercatat sudah ribuan orang mengunjungi Kampung Pelangi sejak dibuka pada awal Juni lalu dan menjadi salah satu alternatif liburan saat akhir pekan.