Gubernur NTB: Pendidikan Madrasah Jangan Didiskriminasikan

MATARAM —- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zainul Majdi meminta kepada pemerintah pusat, supaya dalam memberikan perhatian dan dukungan setara dan sama terhadap lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta.

“Sekolah swasta seperti madrasah maupun Pondok Pesantren (Ponpes) memiliki kontribusi besar bagi kemajuan bangsa, karena itu diskriminasi diharapkan tidak ada” kata Majdi di Mataram, Rabu (23/8/2017).

Dikatakan dari sisi prestasi dan potensi, siswa sekolah madrasah dan pondok pesantren juga tidak kalah dari lembaga pendidikan negeri. Banyak di antara anak sekolah madrasah berhasil ikut kompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

Hal tersebut membuktikan, bahwa sekolah madrasah dan pondok pesantren, khususnya di NTB memiliki potensi hebat untuk bisa dibanggakan, sehingga penting untuk memastikan, diskriminasi tidak ada.

“Sejauh ini alhamdulillah, meski belum maksimal arah kebijakan dalam UU Sistem Pendidikan Nasional, di mana antara pendidikan umum dan keagamaan sudah mendapatkan perhatian dengan baik serta menunjukkan kemajuan,” katanya.

Lebih lanjut Gubernur yang juga lahir dan dibesarkan di lingkungan ponpes tersebut menambahkan supaya penting ke depan ruang untuk anak madrasah dan santri untuk ikut berkompetensi dalam kegiatan nasional maupun internasional bisa diperluas. Semua kontestasi di ruang publik itu dibukakan peluang yang sama antara anak madrasah dengan sekolah umum.

Lihat juga...