Desa Jurug Gelar Bersih Desa dengan Kirab Pusaka
PONOROGO –– Ratusan warga Desa Jurug, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo menggelar ritual bersih desa pada Selasa (1/8/2017). Acara yang digelar setiap dua tahun sekali sejak 2011 lalu ini sukses menyedot perhatian masyarakat.
Hal ini sesuai dengan motto Desa Jurug sebagai Desa Wisata yang ada di Ponorogo. Kirab ini diikuti oleh 50 kelompok, mulai dari warga, anak sekolah dan pengusaha di Sooko.
“Ini merupakan kali kedua kami menggelar acara bersih desa, antusias warga menyambut acara ini luar biasa, bahkan dana untuk acara ini solidaritas dari desa dan warga,” jelas Kepala Desa Jurug, Danan Prihantoko kepada Cendana News di lokasi.
Acara bersih desa ini diisi dengan kirab pusaka, pusaka yang dibawa ada keris kolo munyeng, tumbak Kyai Slodoh dan payung tunggul naga. Setiap pusaka memiliki arti tersendiri, untuk keris kolo munyeng memiliki lambang kekuatan.
Sedangkan tumbak Kyai Slodoh melambangkan pagar desa dan payung tunggul naga sebagai payung desa. Kirab diberangkatkan dari balai desa dan berhenti di kediaman Kepala Desa.
“Kekuatan disini dimaksudkan sebagai keberagaman masyarakat, pagar desa sebagai keamanan desa yang dilciptakan oleh warga dan payung desa sendiri semua yang ada di Desa Jurug merupakan hasil ciptaan Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.

Kirab pusaka ini memiliki tujuan melestarikan budaya nenek moyang yang telah mbabat Jurug juga menggalang persatuan dan kesatuan warga desa Jurug sekaligus meningkatkan kerjasama antara perangkat desa dengan warga.
“Ini untuk mewujudkan Desa Jurug yang BERETIKAD (bersih, endah, rapi, ekosistem, tertata, inovatif, kekaryaan, aman, dan damai),” ungkapnya.
Selain kirab pusaka, acara bersih desa ini juga ada kirab budaya. Mulai dari kesenian reog, tarian tradisional, pameran karya ibu–ibu PKK, istighosah, hiburan rakyat, kembang api dan pagelaran wayang kulit.
Kepala Dinas Pariwisata Ponorogo, Sapto Jatmiko mengatakan dalam sambutannya Jurug ini sebagai Ponorogo mini.”Jurug ini luar biasa bisa menggelar acara kirab pusaka ini tanpa bantuan dana dari pemerintah daerah,” pujinya dihadapan warga Jurug.
Menurutnya, Jurug ini memiliki potensi yang luar biasa mulai dari alam dan budaya, ada air terjun Jurug, sedangkan budaya ada jaran tek, reog, reog mini dan jathilan. “Budaya seperti ini harus dipertahankan, kedepannya harus tetap dijaga dan lebih baik lagi,” pungkasnya.
