CTI-CTF Jalin Kerjasama Universitas Bidang Kelautan

MANADO — The Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) atau Sekretariat Regional Prakarsa Segitiga Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan dan Ketahanan Pangan terus mengembangkan kerja sama dengan universitas di bidang kelautan.

“Kami menyelenggarakan CTI-CFF University Partnership Workshop on Program Development atau Workshop Pengembangan Program Kerjasama Universitas CTI-CFF untuk tahun 2017-2018 yang berfokus pada pengembangan kapasitas (capacity building), riset, dan pengabdian masyarakat (outreach) termasuk masalah pendanaan kegiatan,” kata Direktur Eksekutif Sekretariat Regional CTI-CFF Widi A Pratikto di Manado, Rabu.

Sebanyak delapan Universitas ternama di bidang kelautan dan perikanan dari enam negara anggota CTI-CFF yakni Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Solomon Islands, dan Timor-Leste dan dua dari Australia turut serta secara aktif menyusun program kegiatan unggulan pada ketiga bidang dimaksud.

Program kerja yang dihasilkan dari pertemuan kerja ini diharapkan dapat menjadi sarana tukar menukar informasi, penyetaraan pengetahuan dan keterampilan di bidang konservasi kelautan, isu-isu global di bidang lingkungan hidup, ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya antar lembaga Universitas di enam Negara CTI-CFF.

Widi mengatakan bentuk-bentuk program aplikatif yang dirumuskan ini diharapkan dapat menjadi acuan utama kegiatan lembaga-lembaga Universitas yang tergabung dalam CTI-CFF University Partnership dalam kurun waktu 1 tahun ke depan, baik berupa pengembangan kapasitas, riset, maupun pengabdian masyarakat berbasis ilmu pengetahun.

Hal ini merupakan tindak lanjut acara sebelumnya, yaitu The 1st CTI-CFF University Partnership Meeting, 28 Februari hingga 1 Maret 2017 yang menandakan semangat kolektif menjaga kelestarian kawasan Segitiga Karang yang dilakukan lembaga Perguruan Tinggi (Universitas), khususnya melalui disiplin ilmu Kelautan dan Perikanan.

Koordinator CTI-CFF University Partnership, Prof Grevo Gerung yang juga Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado menambahkan beberapa program capacity building sedang kami kembangkan bersama, termasuk Program asistensi khusus untuk Timor-Leste dalam mengembangkan pendidikan ilmu kelautan dan perikanan, pendirian kelas Doktoral (Strata 3) Internasional bergelar Master of Science dengan subyek Coral Triangle Ecosystem Governance (Tata Kelola Ekosistem Segitiga Karang) dan pelatihan regional tentang perubahan iklim.

Deputy Secretary of Kementerian Sains, Teknologi dan Inovasi (MOSTI) Malaysia yang menjadi Chair CTI-CFF University Partnership Prof Madya Dr Ramzah Dambul menegaskan kerja sama lintas Universitas ini adalah yang pertama di kawasan Segitiga Karang.

“Kami memiliki keyakinan bahwa program-program yang telah disetujui dalam workshop ini dapat benar-benar bermanfaat bagi upaya-upaya pelestarian lingkungan kelautan, pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik, serta peningkatan keterampilan antar negara anggota CTI dan melalui lembaga Perguruan Tinggi (Universitas),” jelasnya.

Hal ini membuktikan bahwa lembaga Perguruan Tinggi (Universitas) adalah pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan keahlian yang dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Selain itu, katanya, ke depannya kerja sama Universitas ini diharapkan menjadi forum pertukaran pengetahuan yang dapat diandalkan bagi para anggota yang tergabung di dalamnya sekaligus meningkatkan kapasitas institusi dari Universitas bersangkutan.

Beberapa Universitas ternama dari enam negara CTI-CFF hadir di Manado: (Indonesia: Institut Pertanian Bogor/IPB-Bogor, Institut Teknologi Sepuluh Nopember/ITS-Surabaya, Universitas Hasanuddin/Unhas- Makassar, Universitas Sam Ratulangi/Unsrat-Manado, Universitas Padjajaran/Unpad-Bandung, Sekolah Tinggi Perikanan/STP-Jakarta, Politeknik Kelautan dan Perikanan-Bitung).

Sedangkan dari Malaysia, Universiti Malaysia Terengganu/UMT, dan Universiti Malaysia Sabah/UMS), Papua Nugini-The University Of Papua New Guinea (UPNG), Solomon Islands-Solomon Islands National University (SINU), Timor-Leste-Universidade Nacional Timor Lorosa’e/UNTL, Universidade Oriental Timor Lorosa’e/UNITAL) serta dua Universitas ternama dari Australia: James Cook University (JCU) dan Queensland University (QU).

Selain itu, enam perwakilan National Coordinating Committee (NCC) CTI-CFF dari enam negara anggota CTI-CFF (Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Solomon Islands, Timor-Leste) juga turut hadir mendampingi.

Termasuk perwakilan dari, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia untuk Malaysia untuk Timor-Leste, Ocean Sciencies (CReSOS) Universitas Udayana-Bali, Project Initiation Specialist ADB, The Deutsche Gesellschaft for Internationale Zusammenarbeit (GIZ).(Ant)

Lihat juga...