BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan NTT

KUPANG — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kepada publik di Nusa Tenggara Timur untuk gelombang tinggi di wilayah Perairan NTT bagian Selatan hingga Barat untuk dua hari ke depan yaitu 14-15 Agustus 2017.

“Peringatan dini waspadai gelombang tinggi di wilayah Perairan NTT bagian Selatan hingga Barat dan potensi kebakaran lahan di wilayah NTT,” tulis Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Bambang Setiatji melalui laman BMKG di Kupang, Minggu (13/8/2017).

Tingginya gelombang laut di wilayah itu diperkirakan diatas normal atau 2,5 meter ke atas itu terjadi akibat tiupan angin kencang dari arah Timur Lauur menuju Tenggara dengan kecepatan rata-rata antara 20-30 kilometer per jam.

“Peringatan dini ini perlu ditindaklanjuti terutama oleh para operator, bahkoda dan pihak pengawas pelayasan untuk kenyamanan dan keselamatan aktivitas di laut hingga ke tujuan,” katanya.

Dari berbagai sumber informasi katanya diketahui bahwa fenomena regional yang mempengaruhi iklim/musim atau sirkulasi angin di Indonesia umumnya ditentukan oleh pola perbedaan tekanan udara di Australia dan Asia.

“Pola tekanan udara ini mengikuti pola peredaran matahari dalam setahun yang mengakibatkan sirkulasi angin di Indonesia umumnya adalah pola monsun, yaitu sirkulasi angin yang mengalami perubahan arah setiap setengah tahun sekali,” katanya.

Pola angin baratan ini katanya terjadi karena adanya tekanan tinggi di Asia yang berkaitan dengan berlangsungnya musim hujan di Indonesia termasuk di Nusa Tenggara Timur Pola angin timuran/tenggara terjadi karena adanya tekanan tinggi di Australia yang berkaitan dengan berlangsungnya musim kemarau di Indonesia.

Meskipun demikian katanya umumnya tinggi gelombang laut di perairan NTT mencapai 2,0 meter di Selat Sape dan perairan Utara Flores, 3,0 meter di Selat Sumba, 4,0 meter di Laut Sawu, perairan Pulau Sumba, perairan Selatan Kupang-Pulau Rote, Laut Timor Selatan dan 5,0 meter di Samudera Hindia di wilayah Selatan NTT.

Menurut dia, kondisi sinoptik umumnya berawan, arah angin bertiup dari Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan tiga sampai enam skala beaufort di Selat Sumba.

Sehingga menurut dia patut diwaspadai bahkan dihindari agar tidak mengganggu kenyamanan aktivitas melaut untuk mencari ikan atau pelayaran lainnya.[Ant]

Lihat juga...