Asnat Sukses Lanjutkan Usaha Es Buah Sang Kakak

MAUMERE — Es buah sejak 5 tahun terakhir mulai digemari masyarakat Kabupaten Sikka  dan selalu dikonsumsi saat siang hari terlebih saat cuaca sedang panas. Biasanya satu orang bisa mencicipi dua gelas es buah.

Tak ada yang mengetahui kalau bisinis es buah awalnya diperkenalkan Rina lewat usaha es buah Rina yang pertama menggelar dagangannya di pinggir Jalan Don Thomas di depan  perumahan milik kantor Pajak Pratama Maumere.

Setelah Rina sang kakak mengalami sakit, usaha ini dilanjutkan oleh Asnat sang adik yang awalnya hanya tinggal di rumah saja dan membantu mempersiapkan bahan-bahan es buah untuk dijual sang kakak.

“Waktu itu tinggal serumah dengan adik ipar dan suaminya berjualan es buah sehingga saya belajar membuat es buah dan setelah sudah mahir saya memberanikan diri melanjutkan usaha kakak saya,” ujar Asnat.

Saat ditemui Cendana News Sabtu (5/8/2017) siang, Asnat banyak berceritera tentang suka duka berjualan es buah yang bisa dikatakan generasi pertama yang berjualan es buah saat itu.

“Awalnya di pinggir kalan tapi ditegur Satpol PP karena berjualan di atas trotoar sehingga saya meminta ijin ke pihak kantor pajak dan berjualan di dalam kompleks perumahan sambil menjaga kebersihan kompleks perumahan tersebut,” ungkapnya.

Asnat mulai berjualan es buah sejakAgustus 2013 sebab terpacu untuk menambah penghasilan selain meneruskan usaha kakak sebab hasil yang diperoleh cukup menjanjikan.

Awalnya sepi pembeli namun setelah 3 bulan berjualan atau sekitar November 2013 sudah banyak masyarakat yang mengetahui dan es buah miliknya mulai diserbu pembeli.

“Saat awal itu cuma satu dua orang saja yang jual termasuk kakak ipar saya sehingga pemasukan lumayan banyak namun semakin hari semakin banyak orang seasalnya dari Sabu yang ikut berjualan es buah termasuk para perantau dan warga asli Sikka,” ungkapnya.

Es buah Rina di jalan Don Thomas Maumere yang merupakan generasi pertama penjual es buah di Kabupaten Sikka/Foto : Ebed de Rosary.

Tak Takut Bersaing

Es buah milik Rina menurut Asnat bila dilihat sepintas mirip dengan es buah yang dijajakan penjual lainnya di Kota Maumere. Namun ada yang membedakan es buah miliknya dengan yang lain dimana rasa buahnya lebih enak.

Bahan membuat es buah sangat sederhana dimana hanya dibutuhkan agar-agar, sirup, susu kental manis serta buah papaya dan nanas yang sebelum dijual buah-buahan tersebut diris kecil berbentuk segi empat.

“Pemilihan buahnya pun harus yang bagus dan resep ini terus dipertahankan sehingga buahnya harus yang matang alami dan manis sehingga rasa es buahnya pun lebih enak,” tuturnya.

Dalam berjualan Asnat dibantu Yofet Lay dan keponakan perempuan Rahel dimana penghasilan yang didapat dibagi bertiga serta dengan kakaknya sehingga otomatis uang yang didapat pun tidak terlalu banyak.

Saat ditanyai persaingan usaha sebab saat ini di Kota Maumere sudah banyak yang menjual es buah, Asnat katakan soal rejeki Tuhan sudah mengaturnya sehingga dirinya tidak takut bersaing dengan pedagan lainnya

Biasanya penjualan es buah ramai saat musim panas sejak Agusutus sampai November. Sementara penjualan pada Januari sampai Juli relatif sepi. Sedangkan  hari biasa juga penjualannya lumayan kalau tidak turun hujan apalagi saat bulan puasa yang menyebabkan banyak orang pun ikut berjualan es buah.

“Kalau lagi ramai pendapatan sehari bisa mencapai 2 juta rupiah sementara bila sepih hanya laku sekitar 500 ribu rupiah saja,” terangnya.

Dari penghasilan 500 ribu rupiah tersebut Asnat bisa mengantongi untung sekitar 300 ribu rupiah dan uang yang dikumpullkan dipakai untuk kebutuhan sehari-hari keluarga dan biaya sekolah seorang anak perempuan semata wayangnya yang masih duduk di kelas 4 sekolah dasar.

“Saya tiap bulan bayar pajak ke petugas dari dinas Pendapatan Daerah kabupaten Sikka sebesar 100 ribu rupiah katanya untuk bayar retribusi buat daerah,” ucapnya.

Hendri sa;ah seorang pengunjung yang ditemui sedang berbelanja 4 gelas es buah untuk dibawa pulang mengakui hampir setiap hari mampir membeli es buah di tempat ini.

Bahkan kalau musim ramai ungkapnya, es buah di tempat Asnat diserbu pembeli sehingga butuh waktu hingga 15 menit untuk bisa mendapatkan pesanan sebab satu orang bisa membeli 2 sampai 4 gelas untuk dibawa pulang.

“Saya selalu makan es buah dengan isteri dan keluarga dan paling sedikit seminggu sekali pas hari Sabtu kami selalu beli untuk dimakan bersama keluarga,” sebutnya.

Es buah Rina di jalan Don Thomas Maumere yang merupakan generasi pertama penjual es buah di Kabupaten Sikka./Foto : Ebed de Rosary.

Satu gelas es buah di tempat Asnat dijual seharga 5 ribu rupiah di mana pembeli pun bisa makan di tempat tersebut dengan duduk di kursi-kursi plastik yang diletakan di samping meja dagangannya.

Asnat mengaku tidak mendapat bantuan dana atau peralatan dari pemerintah dan mengaku memiliki modal terbatas sehingga bila ada bantuan modal dirinya ingin mengembangkan usaha dan menyewa tempat yang lebih luas dan nyaman.

“Kalau ada bantuan dari pemerintah saya pasti menerimanya dan akan saya pergunakan untuk memperbesar usaha saya sebab sudah banyak yang mengenalnya,” pungkasnya.

Lihat juga...