Antisipasi Antraks Masuk NTB, Distan Perketat Pengawasan Hewan Masuk

MATARAM — Mengantisipasi hewan ternak luar berupa kambing dan sapi yang terjangkiti penyakit antraks masuk Nusa Tenggara Barat (NTB), jelang perayaan lebaran idul adha atau hari raya kurban.

Dinas Peternakan NTB akan memperketat pengawasan, terutama di pelabuhan sebagai pintu masuk. Langkah tersebut dilakukan, supaya hewan yang disembelih untuk dijadikan korban dan dikonsumsi masyarakat sehat dan higinis.

“Kita mau kecolongan, jangan sampai hewan luar terjangkiti penyakit antraks sampai masuk NTB, sangat membahayakan kesehatan masyarakat,” kata Daldiri, Kepala Seksi zoonosis dan Kesrawan Dinas Pertenakan NTB di Mataram, Kamis (10/8/2017).

Ia mengatakan, terkait pengawasan terhadap dua jenis hewan kurban tersebut oleh Dinas Peternakan selama ini sebenarnya rutin dilaksanakan setiap tahun, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha seperti sekarang.

Menurutnya, saat ini hewan-hewan kurban, baik jenis sapi, kambing sudah mulai banyak di jual di pinggiran jalan. Terhadap hewan-hewan ini nanti akan dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan, sebelum dibawa ke masjid atau rumah setiap warga sebelum dikorbankan

Terkait stok hewan kurban di NTB sendiri pada tahun ini, Daldiri menjamin cukup tersedia, sebab berdasarkan pengalaman tahun 2016 kebutuhan hewan kurban di NTB sebanyak 6.267 ekor sapi dan kambing sebanyak 11.105 ekor.

“Untuk persediaan hewan kurban pada idul adha sekarang di NTB, aman dan tidak sampai mendatangkan dari luar, sebab NTB sendiri merupakan daerah penghasil sapi cukup besar” terangnya.

Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, karena semua hewan kurban diperiksa dulu kesehatannya sebelum proses penyembelihan dilakukan, biar tidak ditemukan penyakit.

Lihat juga...