Air Terjun Walukubun dan Bendera Merah Putih
KEEROM – Berbagai macam cara menghiasai hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Salah satunya kegiatan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 410/Alugoro seperti mengibarkan bendera merah putih di air terjun Walukubun, Kabupaten Keerom, Papua.
Air terjun Walukubun yang biasa disebut Air terjun Pintu Angin ini, satu dari sekian banyak lokasi misteri di Kabupaten Keerom yang dapat dijadikan obyek wisata. Untuk mencapai lokasi ini, tim Cendana News bersama tim Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 410/Alugoro, Satgas Tribuana dan perwakilan masyarakat harus menempuh perjalanan menyusuri hutan di wilayah Distrik Skanto.
Perjalanan diawali gunakan kendaraan roda empat dari Arso Kota ke Arso 14 atau Wulukubun dengan jarak sekitar 55 kilometer. Dilanjutkan berjalan kaki dengan jarak kurang lebih tujuh kilometer melalui medan yang sangat berat memakan waktu tempuh lebih kurang lima jam lamanya.
Alhasil, rasa lelah luar biasa terobati dengan indahnya pemandangan yang sungguh menakjubkan, tampak air terjun dengan ketinggian kurang lebih 75 meter. Inilah yang menjadi sorotan mata tim patroli dan penelusur. Air terjun ini satu dari ribuan lokasi yang dapat dibanggakan Indonesia, hasil jerih payah leluhur pahlawan mempertahankan NKRI 72 tahun silam.

Merah Putih berkibar dan mewarnai beberapa titik di air terjun Pintu Angin (Walukubun) sekaligus ditandai dengan mengheningkan cipta sejenak serta menyanyikan lagu Indonesia Raya sekitar pukul 13.45 WIT pada batu besar berlatar air terjun, gema suara bagaikan alam mengikuti lantunan-lantunan lagu yang dinyanyikan.
“Indah sekali air terjun ini, saya baru pertama kali ke sini. Betapa kaya negara kita Indonesia ini. Saya semakin cinta dan bangga sebagai anak Indonesia terlebih sebagai prajurit TNI AD,” kata salah satu perwira Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 410/Alugoro, Lettu Ctp Suyitno kepada Cendana News, Kamis (17/8/2017).
Dari informasi dan data yang Cendana News himpun, lokasi air terjun ini disebut sebagai daerah lintas para saudara yang masih berbeda ideologi atau yang saat ini sering disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Selain itu penuh dengan mistik dan cerita tersembunyi lainnya di lokasi tersebut.
“Pernah ada yang datang pakai motor, terus jalan kaki ke air terjun ini. Tapi saat balik kembali menuju motornya, jalan yang tadi dia lewati sudah berubah arah dan harus melewati anak kali. Ini fakta dan bukan satu dua orang yang alami, tapi sering, makanya masih banyak yang takut ke air terjun ini,” kata Maryadi, salah satu warga Distrik Skanto.
Letak air terjun ini, memang terbilang cukup jauh dan juga belum ada pemeliharaan secara khusus dari pemerintah setempat. Namun dapat disimpulkan bertambah satu potensi obyek wisata di tanah air ini bersamaan momen kemerdekaan RI ke-72 tahun.
Pengibaran dan penancapan bendera merah putih di lokasi air terjun pintu angin yang berlangsung penuh khidmat sebagai bentuk kebanggaan dan penghormatan kepada leluhur pahlawan yang telah memperjuangkan dan mempertahankan bangsa Indonesia.