Tarian Perang, Meriahkan Halal Bihalal

LARANTUKA – Tarian Hedung yang merupakan tarian perang khas Lamaholot dibawakan saat Bupati Flores Timur (Flotim) Antonius Gege Hadjon, ST dan Dandim 1624 Flotim Letkol Inf. Dadi Rusyadi, SE tiba di Witihama guna menghadiri acara halal bihalal masyarakat kecamatan Witihama kabupaten Flores Timur.

Rombongan yang menumpang kapal laut dari pelabuhan Larantuka tiba di Tobilota pulau Adonara, langsung menuju lokasi acara dengan menumpang kendaraan roda empat menyusuri jalan yang masih mengalami rusak parah di beberapa bagiannya.

“Saat tiba di tempat upacara kami disambut dengan tarian Hedung serta sapaan adat oleh tokoh adat setempat serta masyarakat yang terlihat sangat antusias menghadiri halal bihahal,” ujar Letkol Inf. Dadi Rusyadi.

Dandim 1624 Flotim ini kepada Cendana News Rabu (5/7/2017) mengatakan, pihaknya mampir terlebih dahulu di rumah tokoh adat Witihama Moktar Lebu Raya untuk bersilaturahmi terlebih dahulu.

Acara Halal Bihalal memperingati Idul Fitri 1438 H ini sebut Dandim Rusyadi mengambil tema “Mengokohkan Silaturahmi Antar Umat Beragama” yang dihadiri segenap warga masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bagus guna menumbuhkan rasa kebersamaan dan mempererat persatuan dan kesatuan serta mewariskan nilai-nilai toleransi beragama,” sebutnya.

Pastor Gereja Maria Pembantu Abadi Witihama Romo Amatus, Pr juga menyampaikan bahwa umat Khatolik sebenarnya melaksanakan puasa pada hari tertentu yang makna dan tujuannya sama seperti puasa umat Muslim.

“Saya merasa salut kepada saudara-saudara umat Muslim yang sudah melaksanakan puasa selama 30 hari dengan mengendalikan hawa nafsunya dengan baik,” tuturnya.

Bagi Romo Amatus, halal bihalal artinya saling bertemu antar orang yang baik sehingga disini berarti kita semua dari agama dan suku apapun itu adalah orang yang baik.

“Saya berharap halal bihalal ini bukan hanya dibawah tenda ini saja, namun juga kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari dan saya merasa senang dan bangga atas suasana ini, karena sudah lama saya tidak menikmati suasana Idul Fitri bersama seperti saat ini,” tuturnya.

Atas nama umat Khatolik kata Romo Amatus, dirinya memohon maaf kepada saudara-saudara umat Muslim sekalian jika selama berpuasa kemarin ada kegiatan dari umat Katolik yang mengganggu pelaksanaan ibadah puasa.

Sementara itu bupati Flores Timur Antonius Gege Hadjon, ST dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan halal bihalal ini bukan hanya sekedar menggalang silaturahmi, tapi yang terpenting adalah dapat mengurai dan menjernihka hubungan yang selama ini keruh dan kusut.

Acara halal bihalal tandas Anton sapaannya, bisa merekontruksi relasi kemanusiaan yang lebih sejuk dan mententramkan dan dengan perbedaan yang ada mari kita saling mendukung dan melengkapi kekurangan dan kelebihannya satu sama lain.

“Mari kita sadari bahwa kita semua ada ciptaan Tuhan Yang Maha Esa sehingga senantiasa membuat kita sadar untuk senantiasa hidup berdampingan didalam perbedaan yang ada,” tegasnya.

Pada momentum ini tandas Anton, dirinya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas lancarnya pelaksanaan Pilkada Flotim yang baru berakhir dengan aman dan sukses.

“Mari kita saling mengikhlaskan diri, saling menguatkan dan terus bahu membahu bergandengan tangan membangun Lewotana menuju hari depan yang lebih adil dan sejahtera dibawah visi besar kita bersama yaitu Desa membangun, Kota Menata,” pesannya.

Acara diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh siswi Madrasah Aliyah Swasta Key Lebu Witihama, Penyampaian tausiah hikmah Halal Bihalal, Sholat Dzuhur berjama’ah di Masjid At Taqwa Witihama, pembacaan Puisi oleh siswi Madrasah Aliyah Swasta Key Lebu Witihama serta alunan Qasidah dari remaja Masjid Darul Hijrah.

Imam Masjid At Taqwa Witihama Basir Suban mengaku sangat senang dengan kehadiran bupati Flores Timur ke wilayah Witihama untuk menghadiri acara silaturahmi antar umat beragama ini.

“Acara ini terselenggara sebagai tindak lanjut dari acara Natal bersama yang sebelumnya diselenggarakan oleh saudara kita umat Nasrani di wilayah ini juga,” terangnya.

Basir berharap bahwa dengan terselenggaranya acara ini dapat mempererat silaturahmi dan kerukunan antar seluruh umat beragama di wilayah kecamatan. Witihama pada khususnya supaya senantiasa hidup berdampingan dalam kedamaian.

 

 

 

Lihat juga...