Sombu, Makanan Lokal Manggarai dari Singkong
RUTENG – Pangan lokal atau makanan lokal masyarakat di setiap kabupaten di provinsi NTT sangat bervariasi dan sejak sekitar 5 tahun belakangan pemerintah provinsi NTT sedang menggalakan konsumsi makanan lokal berbahan dasar singkong dan jagung serta lainnya untuk kembali dikonsumsi masyarakat.
Untuk memasyarakatkan makanan lokal dengan menggalinya kembali dan diolah sesuai dengan bentuk dan cita rasa asli serta juga mengolahnya dalam berbagai variasi menu pun digalakkan para ibu yang tergabung dalam kelompok PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga).
Ima Pantu menuturkan pihaknya membuat berbagai makanan lokal Manggarai untuk ditampilkan saat setiap acara pemerintahan maupun menyambut tamu serta untuk dicicipi agar semua masyarakat bisa mengenal makanan khas Manggarai.
“Saat ini banyak makanan lokal Manggarai yang sudah mulai hilang dan dilupakan generasi muda sehingga kami ingin menggali dan menghidangkan lagi agar masyarakat luas dan generasi muda bisa mengetahuinya,” ungkap Ima.
Yang menarik dari hidangan makanan lokal yang ditampilkan berbahan dasar singkong dan jagung, terdapat dua buah piring yang diletakkan Sombu, makanan khas Manggarai yang jarang sekali dijumpai itu.
Sombu jelas Ima, merupakan makanan khas masyarakat Manggarai yang terbuat dari singkong yang dikeringkan dan dihancurkan menjadi tepung.
Tepung singkong tersebut dicampur dengan parutan kelapa dan gula merah dari pohon Tuak hingga merata lalu dikukus di bambu mempergunakan periuk tanah.
“Sombu diolah memakai parutan kelapa dan gula merah dari Aren. Setelah matang dan masih panas, dipotong memakai benang sehingga berbentuk bulat ceper,” terangnya.
Eti Mela, salah seorang anggota PKK lainnya menambahkan, Sombu biasanya dihidangkan saat acara-acara adat seperti Penti atau pesta panen serta bisa pula dihidangkan pada acara-acara resmi pemerintahan dan even besar yang dihadiri tamu dari luar daerah.
Proses pembuatannya pun tidak lama sebab hanya sekitar 15 sampai 30 menit sudah matang asal apinya diatur agar menyalanya tidak terlalu besar serta merata sehingga proses matangnya pun sempurna.
“Kalau dulu dihidangkan saat acara adat saja sehingga jarang yang mengkonsumsi sebab tidak dijual umum sehingga kami selalu menyajikan kepada khalayak agar bisa diketahui dan dinikmati,” tuturnya.
Selain Sombu, kata Eti, juga disajikan Lemet yang terbuat dari singkong mentah yang diparut dan dicampur dengan gula merah serta kelapa lalu dikukus atau diuapkan menggunakan panci hingga matang.
“Kalau Sombu tidak dijual sementara Lemet dijual umum oleh masyarakat sehingga sudah dikenal dan menjadi konsumsi masyarakat setiap hari. Sementara Sombu tidak dijual umum,” pungkasnya.
