Pawai Budaya Tandai Pembukaan FKY ke-29

YOGYAKARTA – Pawai budaya di sepanjang Jalan Malioboro, menandai dibukanya gelaran seni tahunan terbesar di Yogyakarta, Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) ke-29, Kamis (26/7/2017) sore. Ratusan pelaku seni dari 27 kelompok maupun komunitas kesenian meramaikan acara yang dibuka secara resmi oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, ini. 

Sri Siultan HB X (Kanan). -Foto: Jatmika

Direktur Seni dan Kreatif FKY, Robbi Setiawan, mengatakan tak seperti tahun- tahun sebelumnya yang lebih banyak dipusatkan di Yogyakarta bagian utara, FKY tahun ini akan digelar di sisi selatan Yogyakarta, tepatnya Planet Pyramid, Jalan Parangtritis Bantul. FKY Ke-29 tahun 2017 ini digelar selama 18 hari, hingga 13 Agustus 2017 mendatang. Selain itu, FKY juga akan digelar di 5 kabupaten dan kota berupa pertunjukan seni rupa, pertunjukan modern hingga kontemporer.

“Tema Umbar Mak Byar, kita angkat sebagai simbol memanfaatkan waktu luang untuk beristirahat. Pemanfaatan waktu luang ini diharapkan bisa memunculkan ide segar dan kreatif. Semoga penyelenggaraan FKY tahun ini bisa semakin mengukuhkan predikat Kota Yogyakarta sebagai kota seni dan budaya,” katanya.

Selain menampilkan karya-karya seminan lokal, dalam penyelenggaraan FKY tahun ini juga disuguhkan karya-karya seniman luar negeri asal tiga negara.

Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam sambutannya mengatakan, pengembangan seni sangat tergantung mampu atau tidaknya para pelaku seni membangkitkan inovasi dan kreativitas.  Kebijakan pembangunan kebudayaan dalam arti luas juga harus menjadi arus utama dalam proses pembangunan.

“Bangsa kita harus menumbuhkan kultur keunggulan (culture of excellence) di semua lini kehidupan. Manusia-manusia unggul demikianlah yang akan menghasilkan karya-karya besar peradaban di masa silam,” katanya.

Gubernur DIY sendiri mengaku, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan FKY ke-29 ini. Ia juga memberikan penghargaan bagi kader-kader muda seniman-budayawan, sebagai penggerak utama kegiatan ini yang nantinya akan meneruskan karya masterpiece seniman besar pendahulunya.

“Lewat FKY ini, puncak pencapaian seni yang dihasilkan dari proses kreatif dapat diperagakan di hadapan masyarakat di berbagai sudut ruang publik. Kita berharap FKY dapat menjadi panggung hiburan rakyat, sekaligus penyegaran dari hiruk-pikuk masalah-masalah politik,” katanya.

‘Umbar Mak Byarr’ sebagai tema FKY ke-29 sendiri dimaknai oleh Gubernur DIY sebagai kebebasan berkreasi yang dapat menghasilkan gagasan yang briliant. Umbar merupakan bahasa Jawa yang bermakna ‘kebebasan berkreasi’, sebagaimana saat mengumbar anak-anak bermain di waktu luang. Umbar Mak Byarr memberi peluang bakda ‘pemerdekaan’ hingga muncullah byar, gagasan ‘wow’ yang brilian yang bermakna bagi seni dan kemanfaatan masyarakat.

Lihat juga...