Pantai MAF Nabire, Objek Wisata yang Belum Terkelola Baik

NABIRE — Pantai Nabire menjadi satu dari beberapa lokasi wisata bagi pengunjung lokal maupun luar kabupaten Nabire, Papua. Pantai ini berada pada lokasi yang persis dekat bandara, membuat pengunjung tertarik untuk mengabadikan foto-foto mereka.

Pantai Nabire yang lebih dikenal masyarakat setempat dengan nama Pantai MAF lantaran posisi pantai berada di bandara yang dulunya adalah lapangan terbang (lapter) dari perusahaan PT MAF (Mission Aviation Fellowship).

Bibir pantai Nabire yang mejadi tempat nongkrong kawula muda bahkan kunjungan wisatawan lokal, menarik perhatian setiap orang yang melintasi lokasi tersebut, pasalnya sepanjang jalan ini nampak pedagang kaki lima serta kuliner menjajakan dagangannya.

Menariknya, sepanjang 50-an kilometer ditanami pohon membuat suasana begitu rindang, yang membuat pengunjung kagum di saat pesawat berbadan besar seperti Garuda, Wings Lion Air atau lainnya yang hendak mendarat, persis melintasi di atas pantai tersebut seakan menabrak pohon dan bangunan sekitar.

“Nama pantai ini dulunya dikenal Pantai MAF karena sebelum jadi bandara, ini adalah lapangan terbang milik MAF,” kata Muin salah seorang warga sekitar pantai MAF Nabire saat ditemui Cendana News, Kamis (6/7/2017).

Keindahan lain dari pantai ini dapat ditemui disaat munculnya dan terbenamnya sang matahari. Tak jarang yang berkunjung ke lokasi ini untuk berswafoto ria bersama rekan kerja, sahabat, keluarga, maupun sepasang kekasih.

“Indah sekali pantai ini saat senja, tulisan Pantai Nabire terlihat menarik dengan latar senja. Saya sering kesini bersama teman-teman kerja. Hanya saja pantai ini masih perlu dipoles lagi biar jadi satu objek menarik lagi,” kata Karmila.

Sementara Harjono salah satu pedagang di lokasi itu mengungkapkan, keindahan pantai Nabire tercoreng dengan banyaknya sampah yang bertebaran di sepanjang bibir pantai, berbeda sekitar delapan tahun lalu, pantai masih terlihat bersih.

“Dulunya tiap hari sampah-sampah dibersihkan petugas kebersihan pemerintah daerah. Sayang sekali sekarang kadang seminggu sekali baru dibersihkan, kadang juga sebulan sekali,” kata Harjono.

Dan keamanan sekarang di pantai ini sedikit terganggu karena menurutnya banyak preman-preman resek memalak pengunjung dan pedagang, bahkan tindak kriminal jambret, termasuk anak-anak jalanan berkeliaran.

“Preman-preman juga sering malak pedagang, kadang kami diminta 5 ribu rupiah hingga 20 ribuan. Tapi bukan nilainya yang kami keluhkan, karena meminta uangnya itu dengan cara kasar disaat kami sibuk layani pembeli,” ujarnya.

Semoga ke depan pemerintah setempat dari dinas terkait mempunyai jalan keluar agar pantai MAF Nabire menjadi lokasi yang menarik dan bukan hanya sekedar ikonnya Nabire yang dulu bersih kini amburadul seakan tak dirawat.

Lihat juga...