Mewah, Sub Raiser Ikan Hias Yogyakarta Mangkrak
YOGYAKARTA — Dibangun sejak 2005 lalu, fasilitas gedung sub raiser ikan hias yang ada di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasthy) tak banyak dimanfaatkan dan cenderung terbengkalai alias mangkrak. Padahal gedung yang berfungsi sebagai tempat transisi benih sekaligus gerai penjualan ikan hias itu terbilang memiliki fasilitas komplit dan mewah.
Memiliki ratusan akuarium yang dapat menampung ribuan bibit ikan hias, sub raiser yang dikelola Dinas Pertanian dan Pangan kota Yogyakarta itu, nyaris tak pernah dimanfaatkan secara maksimal selama bertahun-tahun.
Padahal lokasi sub raiser itu cukup strategis karena berada di dalam Kompleks Pasthy sisi barat yang bersebelahan dengan puluhan kios pedagang ikan hias yang selalu ramai pengunjung terlebih saat akhir pekan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto, sendiri tak menampik hal tersebut. Ia menilai fasilitas sub raiser ikan hias itu harus ditata ulang agar dapat berfungsi secara maksimal.
“Memang harus di tata ulang. Terutama posisinya agar, pengunjung bisa langsung melewati sub raiser tersebut,” ujar Selasa (18/07/2017)
Menurut Sugeng, posisi gedung sub raiser yang berada di pojok selatan komplek Pasty membuat pengunjung yang masuk melalui pintu sisi utara tak melintas di depan gedung.
Namun langsung menuju kios-kios ikan hias yang berada di sebelah utara gedung sub raiser. Sehingga perlu ditata ulang alur masuk pengunjung sehingga dapat menghidupkan sub raiser tersebut.
“Sedang kita pikirkan bagaimana agar sub raiser itu bisa berfungsi maksimal,”katanya.
Selain diarahkan sebagai tempat penampungan sementara bibit ikan untuk kemudian dijual di gerai yang tersedia, sub raiser tersebut ke depan juga diharapkan dapat difungsikan sebagai tempat menggelar event-event ikan hias. Baik itu ajang petemuan komunitas ikan hias maupun ajang kompetisi ikan hias tingkat nasional.
Pada 2013 lalu, Sub Raiser itu sendiri sebenarnya pernah dimanfaatkan untuk tempat penampungan sementara ikan hias arwana. Namun karena adanya sejumlah kendala, hal tersebut tak berjalan lama, hingga akhirnya sub raiser itu kembali mangkrak dan tak banyak dimanfaatkan.
“Kita kan sebenarnya juga memiliki balai benih ikan yang ada di Pasar Ikan Higienis, Giwangan. Fasilitasnya juga cukup bagus. Kita harapkan nanti balai benih ini bisa disinergikan dengan sub raiser dengan mengajak para pembudidaya dan komunitas ikan hias di Jogja agar dapat lebih bersinergis,” katanya.
Dinas Pertanian dan Pangan kota Yogyakarta memang lebih memfokuskan budidaya ikan hias dibanding ikan konsumsi. Hal itu disebabkan karena kondisi kota Yogyakarta yang sempit tidak memungkinkan untuk mengembangkan budidaya ikan konsumsi.
“Apalagi kita memiliki potensi pasar ikan hias yang bagus. Selain juga banyak komunitas ikan hias di Yogyakarta yang telah mampu menghasilkan ikan dengan kualitas yang tak kalah dengan daerah lain,” katanya.