Menengok Kiprah Operator Teknik Transmisi RRI di Lampung
LAMPUNG — Keberadaan Radio Republik Indonesia (RRI) di wilayah Lampung masih sangat penting sebagai penyedia informasi dan hiburan bagi pendengar terutama di wilayah wilayah terpencil dengan program siaran yang melayani kepentingan publik dengan pendengar yang masih setia dengan alat komunikasi radio.
Salah seorang sosok yang memiliki peranan penting dalam siaran radio khususnya stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) di wilayah Kabupaten Lampung Selatan ialah Teguh Segno Emanu (45). Dia bertugas sebagai operator teknik transmisi atau dikenal dengan petugas tekhnik pemancar radio milik pemerintah tersebut.
Sebagai petugas penjaga, perawat dan operator pemancar back up Stasiun RRI Lampung dirinya sudah bertugas selama 10 tahun melalui proses panjang dan tes untuk bisa ditugaskan sebagai petugas operator teknik transmisi milik RRI.
Kecintaannya pada dunia elektronik khususnya radio memberikannya banyak pengetahuan. Sebagai petugas operator teknik dirinya kerap diminta menjadi reporter memberikan laporan secara langsung untuk Stasiun RRI Pro Satu Lampung dan RRI Pro Tiga Jakarta.
“Meski bertugas sebagai operator tekhnik transmisi dalam suatu peristiwa atau kejadian penting terutama di wilayah Pelabuhan Bakauheni saat arus mudik dan balik lebaran saya juga merangkap menjadi reporter. Saya juga mendapat pelatihan untuk proses reportase bersifat berita maupun informasi jurnalistik,” papar Teguh ditemui Cendana News di ruang peralatan relay tengah melakukan pemeriksaan peralatan di ruangan pemancar di Bakauheni, Jumat (21/7/2017).
Sebagai petugas operator teknik transmisi Teguh demikian ia dipanggil memiliki tugas menjaga semua peralatan relay yang terdiri dari pemancar setinggi 65 meter di sebuah bukit dengan dilengkapi peralatan lain seperti antena relay, parabola serta berbagai alat yang disiapkan pada sebuah ruangan khusus.
Beberapa alat yang dipersiapkan dalam ruangan khusus tersebut diantaranya berkaitan dengan relay RRI meliputi stabilizer, exiter, driver, input dan output yang selalu diperiksa setiap hari.
Tugas sebagai operator teknik rutin memeriksa semua peralatan yang dihidupkan setiap hari mulai pukul 05.00 WIB pagi hingga pukul 24.00 WIB secara manual dengan tetap memperhatikan kondisi listrik PLN yang terkadang padam tanpa pemberitahuan. Sebagai daya tambahan lokasi Stasiun Relay RRI juga disediakan fasilitas genset saat listrik PLN tiba tiba padam.
Selain sebagai operator teknik transmisi Teguh kerap diminta melakukan perbaikan pada beberapa pemancar di wilayah Lampung, seperti Stasiun Relay Gedong Air Bandarlampung, Stasiun Relay Pahoman Bandarlampung, Stasiun Relay Sukarame Bandarlampung, Stasiun Relay Simpang Pematang Kabupaten Mesuji dan Stasiun Relay Way Kanan.
Peralatan relay yang rusak disebabkan oleh beberapa faktor sehingga dirinya sebagai operator tekhnik transmisi kerap harus meninggalkan keluarga selama berhari-hari untuk melakukan perbaikan hingga ke kabupaten lain.
Selain kerusakan peralatan dirinya bahkan menyebut selain perbaikan alat dirinya bahkan kerap diminta melakukan proses pengecatan pada tower pemancar dengan ketinggian setinggi 65 meter dan dirinya harus melakukan pemanjatan dengan menggunakan alat khusus.
“Kadang saya harus bertaruh nyawa memanjat tower yang sangat tinggi paska kerusakan akibat petir atau harus ada pemeliharaan untuk pengecatan karena petugas lain tidak berani,” terang Teguh.
Atas jerih payahnya tersebut Teguh mengaku sudah diangkat sebagai pegawai pemerintah non PNS dengan gaji bulanan dengan tunjangan dan fasilitas yang bisa dipergunakan untuk menafkahi keluarganya.
Sebelum sepuluh tahun diangkat dirinya hanya menjadi penjaga pemancar dengan sistem upah harian. Meski tugasnya cukup berat dalam upaya menyiapkan mutu siaran yang bisa didengar masyarakat bahkan memperbaiki,memanjat menara namun dirinya mengaku dedikasi diberikan untuk kelancaran siaran RRI di wilayah Lampung Selatan.
Teguh menyebut saat ini RRI memiliki empat saluran frekuensi atau kanal diantaranya RRI Pro Satu yang menyajikan program siaran berita dan semua umur, RRI Pro Dua membidik segmentasi anak muda, RRI Pro Tiga bersiaran jaringan nasional dengan pusat dan RRI Pro Empat berisi program siaran kebudayaan daerah.
Ia mengakui dunia radio pada masa modern ini sudah bertranformasi menuju ke dunia digital. Pendengar mengakses radio tidak hanya melalui radio konvensional melainkan bisa melalui telepon seluler dengan aplikasi radio dan bisa diakses tanpa harus memiliki radio.
Kelebihan penggunaan radio digital melalui aplikasi RRI Play bahkan diakui Teguh Emanu menjadi kemajuan yang positif karena fasilitas radio menyatu dengan alat komunikasi dan memiliki peranan sebagai alat komunikasi dan hiburan.
“Meski kita lihat sekarang pendengar radio berkurang namun keberadaan stasiun radio RRI masih sangat penting dan buktinya keberadaan pemancar relay masih sangat diperlukan,” ungkapnya.
Sebagai petugas operator teknik transmisi ia menyebut selalu terus belajar banyak hal termasuk saat diminta menjadi reporter yang memiliki tugas menyampaikan peristiwa atau informasi penting dan siap diberitakan di RRI Pro Satu Lampung dan Pro Tiga Jakarta.


