Lebak Tanam Jagung Seluas 26.854 Hektare

LEBAK – Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Banten, merealisasikan tanam jagung seluas 26.854 hektare hingga Juli 2017. “Kami optimistis gerakan tanam jagung melalui program Upsus yang ditargetkan seluas 30.000 hektare bisa tercapai hingga Agustus mendatang,” kata Kepala Seksi Padi dan Palawija Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, Jumat (14/7/2017).

Gerakan penanaman jagung di Kabupaten Lebak merupakan bantuan Kementerian Pertanin melalui program Upsus. Penyaluran bantuan benih jagung hibrida itu didistribusikan untuk kelompok tani tersebar di 28 kecamatan di Kabupaten Lebak.

Program upsus pertanian jagung, guna mendukung swasembada pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat. “Kami berharap Lebak sebagai lumbung jagung, sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi petani,” katanya.

Menurut Deni, penyaluran benih jagung melalui bantuan program Upsus pertanian jagung sebanyak 15 kilogram per hektare dengan pupuk urea 50 kilogram per hektare. Penyaluran bantuan benih jagung hibrida variertas NK 212 sangat cocok ditanam di wilayah Kabupaten Lebak.

Program Upsus pertanian jagung dipastikan menyumbangkan produksi pangan nasional juga peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat.

Produksi jagung itu nantinya ditampung oleh Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Provinsi Banten. Karena itu, pihaknya meminta petani tidak khawatir lagi untuk mengembangkan usaha pertanian jagung, karena sudah menjalin kerja sama pemerintah daerah dan GPMT.

“Kami yakin pendapatan ekonomi petani meningkat jika harga jagung pipilan sebesar Rp4.000 per kilogram jika panen enam ton per hektare, maka petani mendapatkan uang Rp24 juta,” katanya.

Menurut dia, Kabupaten Lebak berpeluang dijadikan sentra jagung karena didukung lahan luas baik daratan maupun persawahan. Bahkan, banyak lahan-lahan telantar milik swasta, BUMN, TNI, Polri, Perum Perhutani, Perkebunan dan perorangan bisa dimanfaatkan dengan tanam jagung tersebut.

“Kami menargetkan produktivitas jagung tahun ini rata-rata tujuh ton per hektare dan jika seluas 30.000 hektare, maka menyumbangkan persedian jagung nasional 210.000 ton,” katanya. (Ant)

Lihat juga...