Kaltim Segera Terbitkan Obligasi Daerah

BALIKPAPAN — Guna mendukung pembangunan infrastruktur di Provinsi Kalimantan Timur, persiapan penerbitan obligasi daerah tengah dilakukan. Persiapan penerbitan dalam tahap kajian dan mempersiapkan seluruh persyaratan salah satu pengelolaan keuangan daerah.

Kepala Ekonom PT Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat. –Foto: Ferry

Gubernur Provinsi Kaltim, Awang Faroek Ishak, menuturkan persiapan penerbitan obligas daerah saat ini dalam tahap kajian mendalam dan persiapan perangkat hukum daerah. “Sekarang lagi tahap kajian dengan tim, dan persiapan perangkat daerahnya. Obligasi daerah sangat diperlukan, karena terbatasnya anggaran dalam pembangunan infrastruktur di daerah, ditambah kondisi keuangan daerah yang defisit,” tuturnya, saat konferensi pers rapat koordinasi pemerintah di Balikpapan, Jumat (14/7/2017).

Menurutnya, persyaratan untuk menerbitkan obligasi daerah terus diupayakan. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir pengelolaan keuangan daerah Kaltim memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian.  “Persyaratan untuk menerbitkan obligasi daerah terus dikejar. Bahkan pengelolaan keuangan daerah tiga tahun terakhir juga WTP. Semua persyaratan itu disiapkan,” kata Awang.

Ditegaskannya, dengan  beberapa persiapan yang dilakukan Kaltim, maka siap menerbitkan obligasi daerah. “Harapannya segera kami terbitkan. Kalau sudah diterbitkan, akan kami tawarkan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Ekonom PT Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat, menjelaskan penerbitan obligasi daerah untuk pemerataan pembangunan daerah dan kemandirian pada daerah untuk tidak bergantung pada pusat.

Namun, sebelum menerbitkan obligasi, pemerintah daerah tentu harus meningkatkan kualitas tata kelola fiskal, agar dapat memberikan kepercayaan kepada investor. “Pemda bisa memanfaatkan obligasi asal return bagus, agar investor yakin,” ucapnya.

Dia menilai pemerintah daerah sangat dimungkinkan menerbitkan obligasi.  “Yang jelas, sebelum terbitkan obligasi, administrasi pemerintah harus dikelola baik dulu,” imbuhnya.

Lihat juga...