Ketua MPR: Mari Lampaui Perbedaan dengan Implementasi Pancasila

JAKARTA — Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menegaskan Pancasila merupakan perekat persatuan bangsa dan jangan digunakan untuk membeda-bedakan.

Dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis, Zulkifli mengatakan lebih baik mendiskusikan Pancasila sebagai substansinya yakni bagaimana mewujudkan kesejahteraan untuk semua bukan berdasarkan kelompok.

“Mari melampaui perbedaan itu dengan bicara implementasi Pancasila untuk kesejahteraan,” katanya lagi.

Ketua MPR itu mengingatkan perbedaan dan perdebatan hendaknya dijauhkan dan lebih baik bersama-sama mengelola potensi yang dimiliki oleh bangsa ini.

Zulkifli yang berbicara dalam simposium tentang perekonomian nasional mengatakan harapannya agar struktur perekonomian nasional dapat dibenahi, sehingga masyarakat dapat merasakan keadilan yang merata.

“Semoga ada jalan baru ekonomi nasional yang lebih berkeadilan dan memastikan sumber daya alam digunakan sepenuhnya untuk rakyat,” katanya pula.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan implementasi demokrasi Pancasila akan mendorong keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Zulkifli mengatakan sistem ekonomi yang berdasarkan asas Pancasila bila diimplementasikan akan mendorong kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat.

Ketua MPR itu menjelaskan secara yuridis konstitusional perihal perekonomian nasional sebenarnya sudah diatur secara tegas dalam konstitusi Indonesia pada pasal 33 UUD RI tahun 1945.

“Demokrasi Pancasila seharusnya melahirkan keadilan dan kesejahteraan bersama,” katanya pula.

Ia menegaskan, pembahasan mengenai kesenjangan sosial bukan menyalahkan siapa pun, namun permasalahan yang timbul sejak lama memang harus diselesaikan bersama-sama hingga tuntas.

Zulkifli yang menyampaikan pandangan itu dalam simposium nasional tentang sistem perekonomian nasional di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Rabu (12/7), mengatakan hasil dari simposium tersebut dapat menjadi bahan dan masukan MPR dalam melaksanakan tugas konstitusinya. [Ant]

Lihat juga...