Kementan Berencana Kembangkan Peternakan Kerbau di Perbatasan

NUNUKAN — Kementerian Pertanian serius memperhatikan populasi kerbau di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan Negeri Sarawak, Malaysia.

Camat Krayan, Helmi melalui sambungan telepon dari Nunukan, Kamis (20/7/2017) mengatakan, kedatangan sejumlah pejabat dari Kementerian Pertanian melakukan upaya terencana berhubungan dengan ternak kerbau di wilayah perbatasan tersebut.

Ia menyatakan pemerintah pusat berkeinginan mengembangkan dan meningkatkan populasi kerbau di Kecamatan Krayan untuk meningkatkan produksi beras jenis Adan Krayan dimana lahan pertanian sangat tergantung dari jumlah populasi kerbau.

Sesuai tradisi masyarakat pertani di kecamatan itu, setelah panen langsung melepaskan kerbaunya ke lahan persawahan untuk memakan jerami sehingga dapat menjadi pakan.

Selanjutnya, kerbau yang dilepaskan tersebut membuang kotorannya di lahan itu juga menyebabkan kondisi tanah menjadi subur. “Kerbau sangat berkaitan dengan kesuburan lahan persawahan sehingga produksi beras secara tidak langsung dapat meningkat,” ujar Helmi.

Peta jalan pengembangan kerbau di Kecamatan Krayan dituangkan dalam tiga tahap yakni tahp pertama (17-20 Juli 2017) pemberian vitamin, pengambilan sampel darah, sosialisasi program kepada masyarakat, pengambilan data lapangan, survei lokasi dan penyusunan rencana tindaklanjut.

Tahap kedua yang berlangsung September 2017 akan melaksanakan pemberian inseminasi buatan (IB), pelatihan petrnak kerbau dan petani beras adan. Selanjutnya tahap ketiga berkaitan dengan pemantauan kehamilan kerbau. [Ant]

Lihat juga...