Kasus Prona Paling Banyak Ditangani Satgas Saber Pungli NTB
MATARAM — Semenjak dibentuk pada 2016 lalu sampai sekarang, kasus pungutan liar (Pungli) pengurusan Program Nasional Agraria (Prona) paling banyak ditangani Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Semenjak kita bentuk sampai sekarang, kasus Pungli Prona yang melibatkan Kades dan aparatur pemerintahan desa lain paling banyak kita tangani,” kata Ketua Tim Saber Pungli NTB Ismail Bafadal di Mataram, Kamis (20/7/2017).
Dikatakan selain, Prona Pungli pengurusan masalah perizinan lain juga banyak yang sudah dan sedang ditangani termasuk Pungli bidang pendidikan
Dalam kasus Pungli yang ditangani Satgas Saber Pungli, dalam melakukan penindakan hukum, selain pejabat penyelenggara pemerintahan yang menerima. Mereka yang memberikan juga tetap dikenakan sangsi maupun pidana sesuai ketentuan hukum
“Kasus Ppngli terkadang bisa terjadi, bisa karena ada permintaan dari pejabat, bisa juga karena masyarakat yang memberikan supaya bisa mendapatkan kemudahan mendapatkan pelayanan, meski melanggar aturan,” katanya
Ismail mengatakan, tapi namanya OTT tentu mereke yang menerima itulah yang kita kejar dan kita upayakan untuk kita tindak lanjuti.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin meminta supaya selain upaya penindakan, langkah pencegahan lebih penting dilakukan, dalam upaya memberantas pungli di Instansi pemerintahan dan itu jauh lebih baik.
“Upaya pencegahan bisa dilakukan melalui kegiatan sosialisasi, menjalin kerjasama dengan instansi terkait melakukan perbaikan layanan sesuai SOP serta memperpendek jalur birokrasi,” ujar Amin.
Ditambahkan Amin, kalau sistem sudah baik keinginan dari pihak- pihak atau oknum tidak bertanggung jawab bisa berkurang . Dia dan yakin pungli akan hilang, sebab pungli terjadi karena ada celah.
“Yang namanya manusia selalu memanfaatkan celah semaksimal ada melakukan penyimpangan,” pungkasnya.
Ketua Satgas Saber Pungli NTB, Ismail Bafadal/foto : Turmuzi