Kapolda: Narkotika Jenis Flakka Belum Terdeteksi di Sumbar
PADANG — Kapolda Sumatera Barat (Sumbar), Irjen Pol Fakhrizal mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendeteksi adanya narkotika jenis baru, Flakka. Kendati demikian, pihaknya akan tetap melakukan upaya antisipasi dan pengawasan.
“Kami belum mendeteksi adanya narkotika jenis Flakka itu. Tapi kami tidak akan tinggal diam, jajaran kepolisian akan mengantisipasi masuknya Flakka ke Sumbar,” katanya, Kamis (27/7/2017).
Ia mengakui mendapat informasi bahwa narkotika jenis Flakka telah masuk ke Indonesia, hal itu dibuktikan dari hasil uji laboratorium BNN. Untuk itu, Kapolda meminta kepada masyarakat untuk tidak coba-coba dengan narkotika jenis Flakka tersebut.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Sumbar Brigjen Pol Syamsul Bachri menjelaskan, narkotika jenis Flakka bisa membahayakan diri seseorang, karena Flakka itu digunakan untuk hewan, bukan untuk manusia.
“Saya kurang tahu, entah untuk apa Flakka itu bagi hewan, yang jelas jika dikonsumsi bagi manusia, bisa seperti zombie,” ucapnya.
Menurutnya, dari 63 ribu lebih kasus narkotika yang ditangani dari Januari-Juni 2017 oleh BNNP Sumbar, tidak satupun yang terlibat kasus jenis narkotika Flakka. Bahkan, hingga saat ini petugas di lapangan, saat melakulan razia, juga tidak menemukan adanya narkotika jenis Flakka tersebut.
“Kami di BNNP sering melakukan razia, seperti di tempat hiburan, kos-kosan, dan juga saat mudik lebaran kemarin, kami juga melakukan terhadap razia tes urine kepada pemudik, hasilnya juga tidak ada yang terindikasi narkotika jenis Flakka,” tegasnya.