Kaka Slank Dukung Pendidikan Lingkungan Hidup di Manado
MANADO — Sebagai bagian dari kepedulian dan kerja sosial yang diprogramkan oleh Yayasan Suara Pulau, Pulau Bangka, Sulawesi Utara (Sulut), yaitu pendidikan kesadaran hidup ramah lingkungan, Yayasan Suara Pulau menggelar acara diskusi dan konser amal akustik tunggal yang menampilkan penyanyi Indonesia, Kaka Slank.
“Dana yang terkumpul dari acara tersebut sepenuhnya akan digunakan untuk menjalankan program pendidikan bertajuk “Belajar Bersama Alam” yang akan diimplementasikan di beberapa desa yang di Kepulauan Kinabuhutan, Talise, Bangka, dan Gangga (Kitabangga), Sulawesi Utara, dengan target peserta kelompok siswa usia Sekolah Dasar dan Menengah Pertama”, kata Ulva Novita Takke, Pendiri Yayasan Suara Pulau, Senin (10/7/2017) di Manado.
Ulva menjelaskan, kegiatan pendidikan kesadaran hidup ramah lingkungan ‘Belajar Bersama Alam’ telah dijalankan selama 5 (lima) tahun terakhir di Kitabangga, dengan tingkat partisipasi dan keberhasilan yang tinggi.
“Anak-anak pulau, kami menyebutnya, adalah generasi penerus yang harus memiliki tingkat kehidupan yang lebih baik dari generasi pendahulunya. Salah satu cara mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup mereka adalah dengan pendidikan kesadaran lingkungan yang bersifat dasar dan praktis serta bersinggungan langsung dengan kehidupan mereka”, tegas Ulva.
Ulva menambahkan, beberapa kegiatan pendidikan ‘Belajar Bersama Alam’ yang sudah berjalan dan akan diteruskan kualitas serta kuantitasnya, termasuk bapontar di nyare atau belajar ekosistem padang lamun, ba lia karang atau belajar ekosistem terumbu karang, ba ron posi-posi atau belajar ekosistem bakau, isu sampah dan penanganannya, kegiatan edukasi melalui panggung boneka, serta belajar melalui beberapa film bertema lingkungan.
Menurut Ulva, kegiatan-kegiatan itu terbukti mampu mengubah pola pikir sehari-hari anak pulau menjadi lebih peduli lingkungan di sekitar mereka. Seperti kesadaran dan tindakan tidak membuang sampah ke laut, menanam bakau di sekitar pantai tempat mereka tinggal, mengetahui nama-nama spesies karang dan ikan yang harus dijaga kelestariannya, serta yang paling penting adalah komitmen dan tindakan mereka untuk menjaga laut dan ekosistemnya tetap lestari di masa sekarang dan masa depan.
Sementara itu, Kaka Slank yang memiliki nama asli Akhadi Wira Satriaji, mengatakan, lingkungan adalah masa depan kita dan untuk penerus di masa yang akang datang, karena itu harus dijaga dan dipertahankan. Sejak berada di Sulut, ia telah menjelajah ke beberapa spot selam yang tersebar di Kepulauan Kitabangga.
“Adalah kewajiban kita bersama untuk menjaga kelestarian alam Sulawesi Utara yang cantik dan menawan, khususnya laut Sulawesi dengan beragam spesies terumbu karang serta spesies penghuni laut lainnya, mulai dari ikan, penyu, dugong, dan hiu, agar tetap lestari. Salah satunya adalah dengan membekali pendidikan lingkungan kepada anak-anak penghuni Kepulauan Kitabangga”, ujar Kaka.
Menurut Kaka Slank, upaya seperti yang dilakukan oleh Yayasan Suara Pulau ini harus didukung, karena pendidikan adalah salah satu alat yang paling ampuh mencegah kerusakan lingkungan, apalagi anak-anak adalah pemegang masa depan bangsa ini.
Pada konser Amal Suara Pulau, Kaka Slank yang membawakan 6 lagu populer berhasil menghipnotis penonton.