Kadis Tegaskan Tak Ada Mafia Proyek di Dinas PU Sikka
MAUMERE – Kepala dinas Pekerjaan Umum (PU) kabupaten Sikka, Thomas Petrus Lameng membantah ada mafia proyek di dinasnya. Rekanan yang melakukan protes biasanya yang tidak lolos verifikasi saat proses lelang yang dilakukan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
“Mungkin hanya ketidakpuasan dari rekanan yang tidak lolos dan proses lelang pekerjaan tetap jalan sebab jika tidak maka dananya akan dikembalikan dan yang rugi tentunya masyarakat kabupaten Sikka,” tegasnya di Maumere, Senin (3/7/2017).
Dikatakan Tomy sapaannya, meski ada protes dari rekanan, proses pelelangan dan verifikasi tetap berjalan hingga ditentukan rekanan yang menang dalam paket pengerjaan jaringan air bersih di beberapa wilayah kabupaten Sikka sebab dananya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Terkait rekanan yang harus menyertakan surat dukungan dari pabrik ini sudah biasa dan menjadi salah satu syarat dan bila ada keberatan maka ada ruang untuk didiskusikan saat Aanwijzing dibicarakan,” tuturnya.
Sayangnya saat penjelasan pekerjaan (Aanwijzing) lanjut Tomy, semua persyaratan diterima semua rekanan sehingga pihaknya berkesimpulan semua peserta tender setuju dengan persyaratan dan saat proses lelang berjalan ada rekanan yang tidak mendapat surat dukungan pabrik menganggap ada permainan antara Pokja XI dan rekanan tertentu.
“Ada peserta lelang yang menanyakan ke saya, pak ini ada begini begitu dan ada diskriminasi dan saya sampaikan kenapa kalian tidak sampaikan sebab proses pelelangan sudah berjalan,” terangnya.
Kalau sudah gugur lalu menyampaikan maka sudah tidak pada tempatnya lagi, apalagi prosesnya sudah berjalan dan ada rekanan yang lulus dan mendapat rekomendasi dan hanya satu dua rekanan saja yang tidak mendapat rekomendasi pabrik pipa.
“Mungkin saja komunikasi rekanan dengan pabrik kurang bagus atau track record nya kurang bagus, saya tidak tahu soalnya banyak juga yang mendapat rekomendasi dari pabrik,” ungkapnya.
Tomy tegaskan tidak bisa meminta ke teman-teman Pokja untuk membatalkan apalagi ini dana DAK dan dikejar target.
Sementara itu, Ketua Pokja XI Andreas David, ST yang ditemui di tempat yang sama menjelaskan, tahapan-tahapan lelang juga sudah berjalan dan saat Aanwijzing ada tanya jawab soal isi dokumen. Di dalam tanya jawab tersebut tidak ada keberatan soal surat dukungan pabrik.
Bahkan tandas Andre sapaannya, soal dukungan pabrik hampir tidak ditanyakan malah ada rekanan yang meminta agar bila perlu surat dukungan pabrik ditambah bukan saja untuk pipa tapi juga untuk meteran air.
Dalam proses Aanwijzing lanjutnya, antara sesama rekanan juga saling bertanya tapi tetap semuanya pada keputusan yang sama dimana surat dukungan dari pabrik hanya dipakai untuk pipa saja.
“Dalam perjalanan, ada rekanan yang mendapat surat dukungan pabrik dan ada yang tidak mendapatkannya itu bukan ranahnya kami dan kami tidak tahu kenapa rekanan tidak mendapatkannya,” tuturnya.
Andre juga membantah pihaknya disebutkan sudah menentukan pemenang tender sebab segala proses pelelangan hingga penentuan pemenang tender dilakukan secara transparan dan diketahui semua rekanan.