Jusuf Kalla: Pengusaha Harus Inovatif, Sinergi dan Taat Pajak

MAKASSAR — Penguasaha yang bisa melakukan inovasi dapat menjadi tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Namun bukan hanya inovasi, pengusaha juga taat pajak. Demikian antara lain dikatakan Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla dalam sambutannya di Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) ke XVII di Makassar, Sabtu (1/7/2017).

“Menjadi seorang pengusaha bukanlah didapat dari bangku sekolah melainkan dari sebuah pengalaman,” ucap Jusuf Kalla.

Menurut Jusuf Kalla saat ini jumlah pengusaha berkembang pesat. Dia mengungkapkan bahwa tak orang tidak harus bercita-cita menjadi seorang mentri. Namun bagaimana seseorang tersebut juga mampu menciptakan sebuah lapangan kerja. “Untuk itu menjadi pengusaha juga harus saling bersinergi antara satu daerah dan daerah lainnya,” kata Wapres.

Acara PSBM ke XVII kembali digelar dengan tema sukses di rantau bangun kampung halaman. Acara ini berlangsung di Ballroom Hotel Four Point. Acara ini digelar setiap tahunnya untuk pertemuan antara para saudagar Bugis Makassar.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar seribu peserta. Diantaranya di ikuti oleh KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan) yang merantau dari berbagai daerah di Indonesia. Selain kegiatan pertemuan kegiatan ini dirangkaikan dengan kegiatan halal bin halal dalam emnyambut Idul Fitri 1438 H.

Jusuf kalla mengapresikan pertemuan yang terjadi setiap tahunnya. “Ini tidak hanya sekedar pertemuan saja, namun di kegiatan yang sudah 17 kali diadakan ini para pengusaha di tuntut untuk saling menguatkan.”

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Syahrul Yasin Limpo, Zumi Zola serta pejabat se-Provinsi Sulsel, dan para pengusaha ternama seperti Aksa Mahmud, Nurdin Halid.

Dalam kegiatan PSBM tahun ini juga diluncurkan kartu keanggotaan KKSS. Kartu ini digunakan untuk perkenalan anggota KKSS dan di berbagai daerah.

Lihat juga...