Inflasi 1,38 Persen, Komoditi Angkutan Udara Berikan Andil Terbesar

BALIKPAPAN — Komoditi angkutan udara dan tarif listrik memberikan andil terbesar pada inflasi bulan Juni 2017 kota Balikpapan. Angkutan udara mengalami kenaikan indeks harga sebesar 22,69 persen dan memberikan andil sebesar 0,8411 persen, diikuti tarif listrik yang mengalami kenaikan indeks sebesar 4,7711 persen dengan andil 0,1730 persen.

Inflasi pada bulan Juni 2017 sendiri sebesar 1,38 persen dan inflasi tahun kalender atau Year to Date pada bulan Juni 2017 mencapai 2,43 persen. sedangkan inflasi Year on Year sebesar 4,86 persen.

“Memang pada bulan Juni yang memberikan andil adalah komoditi angkutan udara dan tarif listrik. Sedangkan kelompok bahan makanan relatif terjaga dan stabil,” jelas Kepala BPS Balikpapan, Nur Wahid, Selasa (4/7/2017).

Sedangkan komoditi bawang merah yang mengalami penurunan indeks harga sebesar -12,2 persen dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar -0,043 persen, diikuti oleh Keramik yang mengalami penurunan sebesar -4,5 persen dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar -0,0315 persen, serta tempe dengan penurunan -6,7525 persen dan memberikan andil sebesar -0,0271 persen.

Kepala BPS Balikpapan Nur Wahid – [Foto : Ferry Cahyanti]
Nur Wahid mengatakan, yang mengalami kenaikan indeks harga dari terendah ke tertinggi bulan ini adalah kelompok komoditi pengeluaran konsumsi rumahtangga atau kelompok pengeluaran masing–masing adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,08 persen, kelompok sandang 0,29 persen,kelompok bahan makanan 1,13 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 1,22 persen dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 4,24 persen.

Adapun kelompok Bahan Makanan mengalami inflasi yaitu sebesar 1,13 persen dan memberikan andil sebesar 0,2297 persen terhadap inflasi secara keseluruhan. Hampir semua subkelompok mengalami kenaikan indeks harga pada bulan ini yang disebabkan adanya momen Ramadhan dan Idul Fitri.

“Melihat data itu artinya dari sisi pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah itu sendiri dapat dibilang sudah cukup efektif, terutama menjaga kestabilan harga bahan makanan yang biasanya berfluktuatif (volatile good),” imbuhnya.

Sementara itu untuk wilayah Kalimantan yang mengalami inflasi, kota Balikpapan menempati urutan kedua sebesar 1,38 persen setelah kota Tarakan sebesar 1,89 persen.

Lihat juga...