Spekulan Rugikan Petani NTB, Polisi: Itu Tindak Pidana
MATARAM — Harga jual hasil panen yang tidak sebanding dengan biaya dikeluarkan, sebabkan sebagian besar petani saat musim tanam tidak bisa menikmati keuntungan dan kesejahteraan.
“Selama ini permainan harga di pasaran oleh para spekulan menyebabkan petani tidak pernah bisa menikmati kesejahteraan dari tanaman pangan dihasilkan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB, Kombespol Anum Wibowo di acara rapat koordinasi dan sosialisasi Satgas Pangan NTB, di Mataram, Selasa (25/7/2017).
Kalau kondisi tersebut terus terjadi dan dibiarkan berlangsung tentu akan menyengsarakan petani kita, khususnya masyarakat yang murni menggantungkan hidup dari menggarap lahan pertanian.
Hal itulah kata Anum yang juga menyebabkan sebagian besar petani di Indonesia termasuk NTB merasa frustasi meninggalkan lahan pertanian bahkan cendrung meninggalkan dunia pertanian, khususnya kalangan muda
“Bayangkan kalau banyak di antara masyarakat tidak lagi berminat mengelola lahan pertanian, tentu akan sangat mempengaruhi swasembada pangan nasional, mengingat petani, khususnya daerah pedesaan merupakan ujung tombak lumbung pangan nasional,” katanya.
Untuk itulah, melalui rapat koordinasi sekarang bisa terbangun kesepahaman di antara Bulog bersama mitra dan pelaku usaha lain dalam usaha membangun keadilan yang sepadan. Petani mendapatkan keuntungan dengan jerih payahnya yang dikeluarkan, mitra dan disbutor juga menikmati harga yang menyenangkan.
Dikatakan, kegiatan semacam ini juga bisa menjadi kegiatan simultan khususnya jelang puasa dan lebaran, sehingga menurunkan kriminalitas, mengingat kebutuhan yang meningkat dengan harga melambung juga menjadi salah satu penyebab membuat mereka frustasi dan melakukan tindakan kriminal.
“Kepada para pelaku usaha kita juga meminta untuk tidak melakukan penimbunan beras saat panen raya dan menjualnya saat musim paceklik, mempermainkan harga melalui sistim ijon yang menekan kehidupan petani, karena itu termasuk perbuatan kriminal dan bisa dipidanakan,” katanya.
Lebih lanjut, Anum mengajak kepada semua mitra dan pelaku usaha untuk mendukung program pemerintah meningkatkan swasembada pangan nasional dan menciptakan kesejahteraan petani dan aparat kepolisian siap ikut melakukan pengawasan.