DKP DIY Berharap Pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto Kulonprogo Dipercepat
YOGYAKARTA — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Sigit Sapto Raharjo, berharap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto, Kulonprogo, yang hingga saat ini masih belum dapat beroperasi.
Keberadaan pelabuhan itu dinilai merupakan kunci utama memacu peningkatan produksi perikanan tangkap sekaligus industri perikanan di DIY, bahkan di kawasan laut selatan pulau Jawa.
“Penyelesaian Pelabuhan Tanjung Adikarto Kulonprogo menjadi kunci. Karena akan meningkatkan produksi perikanan tangkap hingg 3-4 kali lipat dari sebelumnya. Adanya pelabuhan di Kulonprogo ini juga akan sangat strategis di kawasan pantai selatan pulau Jawa kerena sangat dekat dengan Bandara Internasional Baru Kulonprogo,” katanya di kantornya Senin (24/07/2017).
Dengan kapasitasnya yang cukup besar, serta berada tak jauh dari bandara, Pelabuhan Tanjung Adikarto Kulonprogo dapat menarik nelayan-nelayan dari berbagai daerah di kawasan laut selatan Jawa.
Baik itu nelayan diwilayah DIY sendiri, maupun kawasan lain seperti Sukabumi, Cilacap, Prigi, hingga Banyuwangi. Pasalnya lewat pelabuhan ini, nelayan akan dapat mengekspor hasil tangkapan ikan komoditas ekspor langsung ke luar negri dalam waktu singkat lewat bandara.
“Kalau di pelabuhan Sukabumi, Pacitan atau Cilacap kan jauh dari bandara, sehingga mungkin butuh waktu beberapa jam. Sementara di Tanjung Adikarto Kulonprogo ini bisa langsung ekspor karena sangat dekat dengan bandara,” katanya.
Tak hanya itu, keberadaan pelabuhan perikanan Tanjung Adikarto Kulonprogo juga diharapkan akan memacu industri perikanan di DIY. Suplai komoditas ikan tangkapan yang melimpah akan memacu tumbuhnya perekonomian di sekitar kawasan, dengan berdirinya industri pengolahan ikan, pengepakan ikan termasuk industri perkapalan dan sebagainya.
“Penyelesaian pembangunan pelabuhan Tanjung Adikarto Kulonprogo ini bergantung pada kementrian PUPR. Kita harapkan bisa dipercepat. Saat ini masih belum beroperasi karena Break Water atau pemecah ombak yang dibangun masih kurang panjang. Sehingga kapal belum bisa masuk,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Bidang Perikanan, DKP DIY, Suwarman Partosuwiryo. Ia menyebut adanya pelabuhan Tanjung Adikarto Kulonprogo akan dapat meningkatkan produksi tangkapan ikan DIY yang saat ini berkisar 5000 ton menjadi 15000-2000 ton per tahun. Hal itu karena pelabuhan Tanjung Adikarto seluas 6 hektar memiliki kapasitas jauh lebih besar dari pelabuhan Sadeng, Gunungkidul.
“Selama ini pelabuhan Sadeng, seluas 2,7 hektar hanya menghasilkan 2000 ton ikan tangkapan per tahun. Sementara dengan kapasitas lebih besar, yang dapat menampung kapal besar, adanya pelabuhan Tanjung Adikarto diharapkan bisa mendorong produksi tangkapan ikan 3-4 kali lipat dari pelabuhan Sadeng. Selain tentu juga akan meningkatkan jumlah ekspor serta menumbuhkan perekonomian di DIY dan sekitarnya,” katanya.