Dana untuk Tdf Jangan Dikaitkan dengan Kepentingan Masyarakat

LARANTUKA — Chairman Tour de Flores mengkritik pernyataan bupati Ngada Marianus Sae yang mengatakan menolak mengucurkan dana untuk kegiatan balap sepeda internasional Tour de Flores sebab lebih baik dananya dipakai untuk kepentingan masyarakat.

Demikian disesalkan Primus Dorimulu Chairman Tour de Flores dalam konfenrensi pers yang diadakan di pinggir pantai kelurahan Lokea Larantuka Flores Timur, Kamis (13/7/2017) sore terkait tidak adanya kucuran danan dari pemda Ngada.

Primus mengatakan, dengan adanya TdF rakyat mendapatkan manfaat langsung dengan menyaksikan para pembalap berlaga yang selama ini hanya ditonton di televisi saja serta dengan adanya kegiatan ini ada banyak uang yang dibelanjakan di sebuah daerah.

“Dana yang dikeluarkan pun dibelanjakan di daerah dan akan masuk ke kantong-kantong pengusaha lokal dan masyarakat sebab segala penginapan, makan minum, sewa kendaraan, belanja souvenir dan lainnya yang tentunya akan menghidupkan ekonomi juga,” ungkapnya.

Pemimpin redaksi media Investor Daily ini juga menyesalkan pernyataan bupati Ngada Marianus Sae yang mengatakan ini uang rakyat sebab pertanyaannya uang rakyat mana, sebab hampir semua dana APBD merupakan dana dari pusat dan hanya sedikit saja dari PAD Ngada.

Bupati Ngada menolak tetapi kata Primus, seorang pengusaha lokal asal Mataloko Ngada menyewakan kapalnya untuk mengangkut segala perlengkapan TdF sehingga dengan demikian uangnya masuk juga ke kantong pengusaha lokal dimana sebelumnya dipergunakan kapal milik pengusaha di luar NTT.

“Bupati Ngada menolak tetapi 7 bupati lain mengumpulkan dana untuk membiayai sewa peralatan TdF dan untuk sewa kendaraan tahun 2017 dibagi ke semua kabupaten dimana sebelumnya kendaraan yang disewa banyak yang berasal dari Manggarai saja,” bebernya.

Race Director Tour de Flores 2017 Sondi Sampurno. Foto : Ebed de Rosary

Event TdF tandas Primus membuat para bupati sedaratan Flores saling berkordinasi, bersatu sebab kunci sebuah kesusksesan bersama adalah semangat gotong royong dan bupati Ngada tidak mau bergotong royong padahal ini positif promosikan Flores.

Ajang balap sepeda TdF juga lanjutnya juga berdampak kepada peningkatan kunjungan wisatwan dimana tahun 2016 usai TdF, kegiatan ini menjadi treding topic di media social Facebook selama 5 hari berturut-turut serta ada perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan.

“Jalan di Aegela yang tidak dibangun akibat dananya dikorupsi oleh seorang anggota DPR pun akhirnya bisa dibangun berkat adanya TdF dan bila ada rute baru maka otomatis jalan yang dilalui akan diperbaiki,” paparnya.

Sementara itu, Race Director Tour de Flores 2017 Sondi Sampurno saat jumpa pers menjelaskan. TdF 2017 terdata di UCI Asia Tour karena itu kita wajib undang tiga tim terkuat di Asia yakni tim dari Iran, Pishgaman Cycling Team dan mereka akan dapat lawan dari Korea Selatan dan  Australia.

Menurut Sondi, persaingan antar pembalap pada TdF 2017 bakal berlangsung ketat sebab rute climbing atau tanjakan, climbers akan berjuang mati-matian karena disepakati time limit 20 persen dari pembalap yang finish pertama.

“Penambahan time limit dinilai penting agar pembalap tidak berkurang drastic dan ini kami panjangkan sebab bila tidak dilakukan maka sampai akhir etape di Labuan Bajo bisa sedikit pembalap yang tersisa,” pungkasnya.

Lihat juga...