Arus Mudik dan Balik Lebaran Kuli Angkut, Jasa Sengget Ketiban Rejeki
LAMPUNG — Arus mudik dan arus balik melalui Pelabuhan Penyeberangan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Bakauheni membawa berkah bagi penyedia jasa kuli angkut atau dikenal sebagai jasa porter dan para jasa pencari penumpang yang dikenal dengan sebutan jasa sengget penumpang.
Salah satu dari 72 orang penyedia jasa angkut menurut, Aman (29) menyebutkan, selama dua pekan dalam angkutan mudik dan balik dirinya berhasil mengantongi rata rata Rp100ribu per hari. Dengan biaya jasa sekitar Rp20ribu sekali angkut atau lebih menyesuaikan beratnya beban dan negosiasi dengan pemilik barang.
“Hasil rata rata sehari ratusan ribu tersebut hanya bisa kami peroleh saat angkutan mudik dan balik lebaran. Pada hari biasa puluhan ribu saja sulit memperolehnya,” terang Aman di sela sela istirahat di terminal kedatangan Pelabuhan Bakauheni Lampung, Senin (3/7/2017).
Besarnya penghasilan juga disebutkan penyedia jasa angkut lain, Sodikin (29) yang memiliki akses terbatas pada area gangway hingga ke terminal dan ruang tunggu yang dilengkapi dengan kartu akses elektronik dan baju seragam sesuai nomor.
Ia mengatakan, meski tidak setiap hari bekerja terutama saat kondisi badan tidak fit namun ia menghitung penghasilannya selama arus mudik dan arus balik naik tiga kali lipat dibandingkan hari biasa. Kenaikan penghasilan tersebut diakuinya sesuai dengan keuletan dan keberuntungan, kegigihan dalam menawarkan jasa angkut.
“Kami harus pandai menawarkan jasa angkut dan soal bayaran kita nego dengan penumpang meski kadang harga pas tetap ada yang memberi tambahan jika menemui penumpang yang ikhlas memberi uang tambahan,” terang Sodikin.
Penghasilan lebih dari satu juta selama arus mudik dan balik tersebut diakuinya menjadi kesempatan langka, bahkan hanya berlangsung setahun sekali. Saat hari biasa penyedia jasa angkut diantaranya maksimal memperoleh uang sekitar Rp80 ribu per hari.

Udin (30) penyedia jasa pencari penumpang menyebut dirinya direkrut oleh pemilik jasa kendaaraan travel dengan upah Rp5.000 per penumpang sesuai dengan trayek atau tujuan penumpang. Banyaknya travel dan berbagai tujuan membuat sejumlah penyedia jasa pencari penumpang bisa mendapatkan ratusan penumpang per hari.
“Kalau hari biasa susah cari penumpang tapi selama arus mudik ini kami mendapat hasil yang lumayan karena banyak orang pulang kampung lewat Bakauheni,” ungkap Udin.
Sebanyak 100 lebih pencari penumpang atau penyengget dari berbagai perusahaan bus dan travel pun bekerja dalam shift siang dan malam yang bekerja mencari penumpang. Meski bebas mencari penumpang Udin dan kawan kawannya menyebut tidak mudah mencari penumpang dengan tujuan berbeda-beda dan dilarang menarik narik penumpang untuk mendapatkan penumpang.
Saat arus mudik dan balik ia menyebut dari satu kapal bongkar bisa mendapat satu kendaraan penuh berisi 8 penumpang travel sementara butuh tiga hingga empat bongkaran kapal memenuhi travel yang akan berangkat.