PONTIANAK – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Singkawang, Burhanuddin, mengatakan, ada 20 titik lokasi yang rawan kebakaran hutan dan lahan di kota setempat.
“Ini berdasarkan data pemetaan kita terhadap lokasi yang rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), dan terdapat 20 titik lokasi yang rawan Karhutla,” kata Burhanuddin, di Singkawang, Kamis (27/7/2017).
Menurut Burhanuddin, dari lima kecamatan yang ada, setidaknya lokasi rawan Karhutla itu terdapat di empat kecamatan Kota Singkawang. “Antara lain, Kecamatan Singkawang Utara, Singkawang Tengah, Singkawang Selatan, dan Singkawang Timur,” ujarnya.
Jika dirinci, katanya, maka di Singkawang Utara titik rawan Karhutla ada di Kelurahan Sungai Bulan, Sungai Rasau, Setapuk Besar dan Setapuk Kecil. Untuk di Singkawang Tengah ada di dua kelurahan, yakni Roban dan Condong.
“Sedangkan di Singkawang Selatan ada di Kelurahan Sedau, Sejangkung, Pangmilang, dan kelurahan Sagatani,” ungkapnya.
Serta di Singkawang Timur, ada di Kelurahan Sanggau Kulor, Pajintan, Maya Sofa, dan Nyarumkop. Rata-rata, titik lokasi berada di kawasan hutan dan lahan gambut yang menyebar di empat kecamatan tersebut, termasuk areal perkebunan perusahaan dan perkebunan pribadi warga, serta kawasan pertanian.
“Jadi berdasarkan pemetaan kita, di setiap kelurahan itu jumlah titik lokasi rawan Karhutla bervariasi, ada 4 titik bahkan hanya ada satu titik lokasi,” katanya.
Untuk itu, Burhanuddin sangat mengharapkan kepedulian warga dalam mengantisipasi Karhutla. Terlebih penyebab kebakaran hutan dan lahan itu lebih didominasi akibat ulah manusia. “Entah, itu kelalaian maupun kesengajaan,” tuturnya.
Dia berharap, masyarakat sadar akan bahaya Karhutla. Karena, jika itu terjadi, sangat merugikan masyarakat. (Ant)