KEEROM – Seni Marawisan di tengah pesantren kilat sebagai bahan edukasi untuk membentuk mental pemuda dan memiliki iman serta taqwa yang dilandasi semangat kejuangan tinggi. Pesantren kilat ini terpusat di Masjid Fisabilillah kampung Sanggaria Arso I, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, Papua.
Pesantren kilat ini dimeriahkan juga seni Marawisan dari Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif Para Raider 432/Waspada Setia Jaya Kostrad yang disaksikan seluruh ketua DKM Masjid Arso VI, VII dan VIII serta Ustad sebagai pangajar pesantren kilat.
Kegiatan ini diawali dengan tausiyah dari Habib Hadi Al-Kaf serta dimeriahkan seni Marawisan dari Prajurit Satgas Pamtas tersebut disaksikan sekitar 30-an peserta pesantren dan akan berlangsung selama beberapa hari terpusat di masjid Masjid Fisabilillah kampung Sanggaria Arso I.
Wadan Satgas Pamtas Yonif Para Raider 432/WSJ Kostrad, Kapten Inf Alif Jibril dalam kegiatan itu mengatakan semoga pemuda, pemudi serta Masyarakat di kampung ini tergugah dan mau memperdalam dibidang ilmu agamanya dan bila kami diminta bantuannya untuk sama berlatih Marawis.
“Marawis yang ditampilkan oleh Prajurit Yonif PR 432 adalah merupakan sebuah tim yang sudah terlatih dan disiapkan dari Batalyon bermarkas di Makassar, kegiatan keagamaan di sana selalu menampilkan Marawisan seperti ini,” kata Kapten Inf Alif Jibril, belum lama ini.

Dikatakan Alif, ini salah satu bentuk upaya dari satgas dengan berbagai cara agar dengan keberadaan satuan baru bertugas beberapa minggu itu selalu dekat dengan masyarakat diluar tugas pokok menjaga kedaulatan NKRI bagian perbatasan.
“Sehingga ke depan kita semua bisa bersama-sama menjaga kerharmonisan dan tetap terjaga sampai diakhir penugasan kami di Papua,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Arif selaku Ketua DKM Masjid Fisabilillah mengucapkan terima kasih atas ide dari TNI AD yang bertugas di perbatasan RI-PNG. Pihaknya mewakili masyarakat Arso I merasa sangat senang melihat prajurit TNI dari Yonif 432 Kostrad dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Semoga ke depan nanti bisa menjadi suatu kebiasaan dan contoh bagi masyarakat disini dan juga kampung lainnya di seputaran Keerom maupun luar kabupaten Keerom,” kata Arif.
Kegiatan pesantren kilat ini, dilihat lebih dekat cukup meriah dan menarik perhatian masyarakat Arso karena satgas mempertontonkan seni marawisan yang dimainkan oleh prajurit TNI dengan peralatan lengkap.