YOGYAKARTA – Puncak arus mudik di Terminal Giwangan Yogyakarta terjadi pada Jumat (23/6/2017). Sebanyak 1700-1800 bus tercatat keluar masuk melalui terminal terbesar di DIY. Sementara jumlah penumpang diperkirakan mencapai 20 ribu lebih pada sepanjang Jumat.
Pengelola Terminal Giwangan Yogyakarta, Aji Fajar, menyebut, sepanjang Kamis (22/6/2017) kemarin, sebanyak 1.535 bus tercatat masuk ke Terminal Giwangan. Sementara bus yang berangkat tercatat mencapai 1.499 buah. Untuk jumlah penumpang, sebanyak 17.371 pemudik tercatat masuk ke Terminal Giwangan. Sedangkan penumpang yang diberangkatkan mencapai 16.908 pemudik.
“Jumlah bus yang masuk pada Kamis kemarin sudah lebih dari 1.500 kendaraan. Itu artinya sudah melebihi dari perkiraan kami. Pada Jumat ini, diperkirakan jumlahnya akan meningkat dari kemarin. Karena ini merupakan puncak arus mudik,” katanya, Jumat.
Aji menyebutkan, jumlah kedatangan bus ke Terminal Giwangan mayoritas berasal dari arah Jakarta, Jawa Barat maupun Surabaya. Sepanjang Kamis kemarin, bahkan tercatat ada sebanyak 116 bus tambahan dari arah Jakarta. Serta 8 bus tambahan dari Jawa Barat.

“Bus tambahan ini berasal dari operator bus reguler maupun bus dari perusahaan atau instansi yang mengadakan mudik bersama,” katanya.
Sepanjang 20-21 Juni 2017 kemarin, Terminal Giwangan sendiri telah didatangi sebanyak 1.030 bus mudik bersama hasil kerjasama Dishub. Sebanyak 328 unit kendaraan juga telah masuk menggunakan 9 armada truk.
“Pada 19-23 Juni juga ada sebanyak 1.964 bus mudik bersama yang masuk ke Terminal Giwangan. Itu semua hanya dari program Dishub saja. Untuk mudik bersama dari instansi swasta kita tidak dapat mendeteksi,” katanya.