Pemerintah Harus Beri Kail Bukan Ikan dalam Mensejahterakan Rakyat

MAUMERE — Pemerintah dalam memberikan bantuan kepada masyarakatnya yang tergolong miskin hendaknya memberi kail dan bukan memberi ikan.

“Sebab dengan demikian masyarakat penerima bantuan bisa berusaha untuk keluar dari jurang kemiskinan,” sebut bupati Sikka Drs.Yoseph Ansar Rera saat memberikan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada masyarakat dari lima kecamatan, Selasa (20/6/2017).

Ia menyebutkan, saat ini dana yang diberikan hanya untuk meringankan beban masyarakat yang tengah kesulitan dana untuk biaya sekolah anak, pengobatan dan lainnya karena mereka belum bisa bekerja maksimal.

“Memang untuk sementara dibantu uang dahulu baru setelah itu bantuan barang atau peralatan agar masyarakat bisa memanfaatkannya sebagai modal mencapai kesejahteraan,” ungkapnya.

Kepala dinas Sosial kabupaten Sikka, Moni Emmy Lusia Laka menjelaskan, untuk bantuan PKH tahap pertama kabupaten Sikka mendapat jatah 1,597 penerima manfaat yang tersebar di 5 kecamatan yakni Alok, Alok Barat, Alok Timur, Koting dan Nelle.

Dalam jangka pendek tandas Emmy, pemberian bantuan PKH bertujuan memberi income terlebih kepada rumah tangga sangat miskin melalui pengurangan beban pengeluaran rumah tangga.

Sementara untuk jangka panjang lanjutnya, memutus mata rantai kemsikinan antar generasi melalui peningkatan kesehatan, pendidikan dan kapasitas pendapatan anak masa depan, memberi kepastian akan masa depan anak penerima manfaat.

“Bantun ini bertujuan mengurangi angka kemsikinan, meningkatkan SDM dengan nmerubah perilaku masyarakat sangat miskin untuk meraih tingkat kesejahteraan,” sebutnya.

Bupati Sikka Drs.Yoseph Ansar Rera menyaksikan aktivasi kartu ATM BRI salah seorang penerima manfaat program PKH
Bupati Sikka Drs.Yoseph Ansar Rera menyaksikan aktivasi kartu ATM BRI salah seorang penerima manfaat program PKH

Untuk kabupaten Sikka beber Emmy, penerima PKH tahun 2017 sebanyak 15.097 penerima manfaat dengan total dana 28 miliar rupiah sementara jika ditotal dari dari tahun 2007 sampai 2016, maka dana yang sudah dikucurkan pemerintah sebanyak 114 miliar rupiah.

Untuk tahap pertama sambungnya, diberikan kepada 1.597 penerima manfaat yang tersebar di lima kecamatan yakni Alok, Alok Barat, Alok Timur,Koting dan Nelle dengan total dana sebanyak 3,3, miliar rupiah.

Maria Adelheda Nona ibu 7 orang anak yang merupakan salah seorang penerima manfaat kepada Cendana News mengatakan sudah sejak tahun 2016 mendapatkan bantuan dan mengaku terbantu dengan adanya dana tersebut untuk biaya sekolah anak.

Lihat juga...