KAMIS, 15 JUNI 2017
MAUMERE — Proyek Pembangunan Kantor Camat Bola yang didanai APBD Sikka tahun 2015 senilai Rp909,472 juta dan tidak mampu diselesaikan CV. Bintang Terang akhirnya dianggarkan kembali untuk dikerjakan tahun 2017.
![]() |
| Kantor Camat Bola yang pembangunannya terlantar. |
Demikian disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sikka, Frans Metsen, saat ditemui Cendana News di kantornya, Kamis (15/6/2017), sore.
Dikatakan Metsen, dana perubahan sudah disetujui DPRD Sikka dan sedang dipersiapkan untuk dilakukan proses tender sehingga sekitar minggu depan akan melakukan lelang bersama dengan paket pekerjaan lainnya.
“Untuk dinding dan pintu yang miring akan dibongkar dan dikerjakan ulang kembali. Kami harapkan agar kontraktor yang memenangi tender bisa mengerjakan dengan baik sesuai spesifikasi dan waktu,” ungkapnya.
Kontraktor lama, beber Metsen, sudah di-black list selama 2 tahun, mudah-mudahan kontraktor yang menang memiliki niat baik dan bertanggung jawab.
“Kontraktor tersebut juga dikenai denda sebesar 96 juta rupiah yang sudah dibayarkan ke Inspektorat Kabupaten Sikka dan pembangunan lanjutan menggunakan anggaran sebesar 640 juta rupiah,” paparnya.
Kasianus, Camat Bola, saat ditemui media mengharapkan agar pembangunan kantor camat tersebut segera dilanjutkan. Supaya para pegawai bisa segera menempati sebab sudah terlantar sejak dibangun tahun 2015 lampau.
![]() |
| Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sikka, Frans Metsen. |
“Bangunan yang ada perlu dibongkar secara keseluruhan sebab kualitas bangunan yang ada juga buruk,” tuturnya.
Terlantarnya pembangunan tersebut, kata Kasianus, mengakibatkan aktivitas pemerintahan dan pelayanan masyarakat dilakukan di kantor lama yang berada persis di depan bangunan baru yang kondisinya masih seadanya.
“Harusnya sudah bisa digunakan saat ini, tetapi karena kondisinya seperti itu maka kita gunakan dulu kantor lama sambil menunggu pembangunan selesai,” ungkapnya. (Ebed de Rosary/ Satmoko/ Foto: Ebed de Rosary)
Source: CendanaNews

