Jelang Mudik, Servis Kendaraan di Bengkel Meningkat

RABU, 14 JUNI 2017

LAMPUNG — Belasan hari sebelum Lebaran hari raya Idul Fitri 1438 Hijriyah/2017, sejumlah pemilik usaha servis kendaraan atau bengkel mulai mendapat permintaan servis dari para pelanggannya. 

Bengkel yang mulai ramai dikunjungi pemilik kendaraan roda dua.

Salah satu pemilik usaha bengkel, Dedi (29) di Jalan Lintas Sumatera KM 67 Desa Pasuruan, menyebut sejak sepekan terakhir dirinya dibantu oleh dua mekanik telah menerima permintaan servis kendaraan roda dua yang akan dipergunakan untuk perjalanan mudik ke sejumlah kota di Pulau Jawa di antaranya Serang serta beberapa kota di Pulau Sumatera. Sebagai pemilik bengkel, Dedi menyebut tren kenaikan servis tersebut mulai meningkat sebanyak 25 persen dibandingkan hari biasa dan akan semakin meningkat mendekati H-10 Lebaran. Para pelanggan pun diakuinya datang dengan beragam keperluan baik hanya mengganti oli serta servis menyeluruh terhadap mesin.

Dedi mencatat, saat hari biasa sebelumnya sepanjang bulan Mei ia memberikan jasa servis terhadap sebanyak 70 kendaraan. Namun sepanjang bulan Mei selama dua pekan saja sudah tercatat sebanyak 80 kendaraan yang diservis. Sebagai pemilik bengkel kendaraan roda dua ia menyebut sebagian pemilik kendaraan rata-rata melakukan proses penggantian oli mesin, pengecekan suspensi motor, rantai rem depan dan belakang, ban depan dan belakang hingga ke pemeriksaan lampu-lampu kendaraan termasuk perlengkapan spion yang belum lengkap. Selain hendak dipergunakan untuk mudik jarak jauh, servis dilakukan oleh pemilik kendaraan untuk aktivitas silaturahmi ke kerabat yang letaknya berjauhan antar kecamatan.

“Kalau dibanding hari biasa, tren pemilik kendaraan yang datang untuk memakai jasa servis kami meningkat cukup banyak. Malah prediksi kami akan semakin meningkat hingga sepuluh hari sebelum Lebaran,” terang Dedi yang memiliki dua mekanik untuk membantu dalam melakukan servis sejumlah kendaraan yang dibawa ke bengkel miliknya di tepi Jalan Lintas Sumatera, Kamis (14/6/2017).

Dedi (jongkok) membantu mekanik melakukan servis motor pelanggan.

Ditanya soal omzet ia menyebut, saat hari biasa omzet per pekan dirinya bisa mendapatkan ratusan ribu sementara selama bulan Ramadan atau mendekati Lebaran dipastikan ia mendapat omzet jutaan rupiah. Omzet tersebut diakuinya berasal dari jasa servis dan pembelian sejumlah onderdil serta peralatan kendaraan roda dua yang dijual di bengkel miliknya. Sebagai langkah untuk membuat prima kendaraan yang akan dipergunakan untuk mudik, sebagian pelanggan diakuinya melakukan proses penggantian sejumlah peralatan di dalam kendaraan mulai dari ban hingga bagian lain termasuk lampu hingga suspensi kendaraan.

Berkah menjelang Lebaran dan arus mudik juga dialami pemilik bengkel lain, Herry.  Herry berbisnis dengan inspirasi mengambil nama anak sulungnya. Ia mengaku, kenaikan sebesar 30 persen terjadi sejak sepekan terakhir terhadap kendaraan yang datang ke bengkel miliknya. Ia menyebut dengan anak dan dua orang mekanik yang membantu, beberapa layanan servis mulai dari bongkar mesin hingga proses penggantian ban telah dilakukan terhadap puluhan kendaraan sejak sepekan ini. Ia optimis sepekan sebelum arus mudik Lebaran jumlah pemilik kendaraan terutama kendaraan roda dua akan semakin meningkat.

“Tahun sebelumnya kami menerima servis hingga ratusan kendaraan sebelum Lebaran hingga pelaksanaan arus mudik Lebaran dari kendaraan yang melintas,” ungkap Herry.

Bengkel yang terletak di jalur lintasan pemudik dan juga saat arus balik tersebut diakuinya membawa berkah selama arus mudik Lebaran. Sebagai strategi untuk memberi layanan kepada konsumen selama arus mudik ia bahkan akan memberikan fasilitas kamar mandi, tempat istirahat serta air minum gratis termasuk kopi Lampung gratis. Selama arus mudik Lebaran ia bahkan menyediakan pelayanan jasa tambah angin, tambal ban serta servis kendaraan khususnya roda dua yang mengalami kerusakan saat arus mudik dan arus balik. Meski tak menyebut keuntungan yang diraupnya selama menyediakan jasa servis bagi kendaraan yang akan digunakan untuk mudik, namun ia memastikan keuntungan berlipat dibandingkan hari biasa.

Aktivitas servis kendaraan roda dua.

Bengkel yang terletak di jalur utama mudik tersebut diakuinya buka sejak pukul 08.00 hingga pukul 17.00. Namun ia memastikan selama arus mudik dirinya akan buka selama 24 jam dengan bergantian berjaga antara anak serta beberapa mekanik lain untuk melayani kebutuhan para pemudik. Ia menyebut, mudahkan pemudik ia juga memasang beberapa banner atau spanduk disertai dengan tanda-tanda lokasi bengkel yang siap melayani pemudik. [Henk Widi/ Satmoko/ Foto: Henk Widi]
Source: CendanaNews

Lihat juga...