H-6 Lebaran, Dinsos Banjar Pulangkan 9 Orang Terlantar
BANJAR — Enam hari menjelang hari raya Idul Fitri 1438 H, sebanyak 9 orang terlantar telah ditangani dan dikembalikan oleh Dinas Sosial Kota Banjar, Jawa Barat, ke Kabupaten/Kota tujuan atau tempat asalnya. Pemulangan orang terlantar ini sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang sangat membutuhkan bantuan.
“Untuk biaya pemulangan orang terlantar ditanggung dengan aggaran yang ada di Dinas Sosial Kota Banjar,” ungkap Kabid Rehsos Perlindungan dan Jaminan Sosial, Hani Supartini, Aks., M.Si., saat ditemui di kantornya usai menangani permasalahan orang terlantar, Selasa (20/6/2017).
“Hari ini, kita telah memulangkan 9 orang terlantar yang mengadu ke Dinas Sosial Kota Banjar. Mereka yang mengaku kehabisan dana dalam perjalanan, dan menjadi korban pencopetan di dalam bus, minta dikembalikan ke kampung halamannya. Alhamdulillah, 9 orang tersebut sudah kita tangani, dan sudah kita beri ongkos, serta surat jalan untuk bisa sampai ke kota tujuannya,” terang Hani.
Menurut Hani, beberapa kota tujuan asal 9 orang terlantar yang telah dipulangkan, yakni lima orang dari Kebumen, tiga orang dikembalikan ke Yogyakarta, dan satu orang dikembalikan ke Bogor. Pemulangan dilakukan langsung dan melalui estafet dengan dikirim ke Dinas Sosial terdekat atau Dinas Sosial Kabupaten/Kota orang tersebut berasal. Tujuannya, adalah memberikan bantuan pelayanan sosial kepada orang terlantar di wilayah Kota Banjar ini, sebagai wujud kepedulian kepada sesama dengan membawa surat keterangan dari kepolisian setempat dan menunjukkan kartu identitas.
“Jadi, berdasarkan surat keterangan kepolisian, maka langsung kita tangani setelah yang bersangkutan mengisi formulir yang telah disediakan Dinas Sosial Kota Banjar. Kita langsung antarkan ke Terminal Bus Banjar, dibekali uang tranportasi dan makan sekaligus. Kalau pendanaan kurang, Dinas Sosial juga membekali surat pengantar ke Dinas Sosial daerah di mana yang bersangkutan bisa transit serta akan dibantu secara estafet. Karena penanganan orang terlantar ini akan ditangani Dinsos di seluruh Indonesia,” jelasnya.