SABTU, 17 JUNI 2017
BATU — Ada pemandangan yang menarik menjelang waktu berbuka di halaman depan Balaikota Among Tani kota Batu. Disana telah disiapkan lebih dari sepuluh mercon Bumbung yang ditata rapi dan siap untuk dinyalakan.
![]() |
| Masyarakat Mencoba Mercon Bumbung |
Mercon Bumbung sendiri merupakan salah satu permainan tradisional yang terbuat dari bambu dan memiliki suara layaknya suara meriam. Puluhan mercon Bumbung tersebut sengaja disiapkan dalam rangkaian acara Parade Nyumet (menyulut) Mercon Bumbung yang digagas komunitas Dolanan Malangan (Dolang).
“Parade nyumet mercon mbumbung ini sengaja diadakan dengan tujuan untuk melestarikan permainan tradisional yang sudah hampir punah,” jelas ketua Dolang, Adilia Uyak, Jumat (16/6/2017).
Menurutnya, kegiatan parade mercon tersebut juga untuk menyadarkan masyarakat bahwasannya permainan semacam ini bukan berbahaya.
“Artinya kita mengedukasi masyarakat secara umum maupun anak-anak bahwa permainan tradisional memiliki sisi positif dan mengandung suatu hal yang mendidik, salah satunya mercon mbumbung,” sebutnya.
Lebih lanjut Uyak menceritakan bahwa pada dasarnya mercon bumbung tidak harus dimainkan pada bulan puasa saja tapi bisa kapan saja karena mengandung filosofi. Di antaranya, pada zaman dulu ketika masa penjajahan, mercon mbumbung adalah sarana untuk mengelabuhi penjajah Belanda. Sedangkan untuk petani di pegunungan, mercon bumbung digunakan untuk mengusir hama monyet maupun babi hutan.
“Kebetulan di Batu sendiri dulu ketika di bulan Ramadhan untuk memyambut waktu berbuka puasa, biasanya mercon bumbung dibunyikan sebagai penanda waktu berbuka. Biasanya yang membunyikan mercon adalah para petinggi,” kisahnya.
![]() |
| Adilia Uyak |
Akan tetapi patut disayangkan, menurut Uyak, permainan mercon bumbung sendiri sekarang ini sudah sangat berkurang bahkan hampir punah. Maka dari itu ia bersama dengan kawan-kawannya dari Dolang, ke depannya berencana akan merutinkan gelaran parade Nyumet Mercon Bumbung setiap tahun.
“Kegiatan parade sore ini sebenarnya hanya sebagai stimulan, harapannya ke depan masyarakat secara umum bisa sadar akan permainan tradisional dan mau memainkannya, utamanya bagi anak-anak generasi muda,” pungkasnya.
Sementara itu dari pantauan Cendana News, masyarakat Batu dari usia anak-anak hingga dewasa terlihat sangat menikmati memainkan permainan tradisional tersebut. Aji salah satu pengunjung mengaku senang dengan gelaran parade Nyumet Mercon Bumbung.
Menurutnya dengan adanya kegiatan tersebut mengingatkan pada massa kecilnya yang juga sering memainkan mercon bumbung.
“Dulu waktu saya kecil masih sering terdengar suara mercon bumbung. Tapi sekarang sepertinya sudah tidak ada lagi. Setelah beberapa lama, baru hari ini saya bisa merasakan main mercon bumbung lagi,” tandasnya. [Agus Nurchaliq / ME. Bijo Dirajo / Foto : Agus Nurchaliq]
Source: CendanaNews

