AMBON – Hingga akhir Juni 2017, baru satu desa di Kota Ambon, yakni Hative Kecil, di kecamatan Sirimau, yang menerima Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) 2017.
Kepala Bidang Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Masyarakat dan Desa (P3AMD) Kota Ambon, Weldon Mawengkang, mengatakan, Hative Kecil menjadi desa pertama di Kota Ambon yang menerima kucuran ADD dan DD 2017, sedangkan 29 desa dan negeri di Ambon belum menerima kucuran dana.
Menurut Weldon, penyaluran DD dan ADD kepada Desa Hative Kecil, karena telah menyerahkan laporan pertanggungjawaban keuangan maupun APB-Desa serta syarat lainnya telah terpenuhi. Sesuai tahapan proses pencairan DD dan ADD dilakukan Mei 2017, tetapi mengalami penundaan proses pencairan hingga seluruh desa menyerahkan laporan.
“Upaya pemkot untuk mencairkan kedua anggaran tersebut tertunda sejak Maret 2017. Penundaan ini juga dikarenakan kesalahan dari setiap desa penerima dana,” katanya.
Weldon mengakui, pihaknya telah memberikan bimbingan teknis terkait proses membuat laporan pertanggungjawaban maupun APB-Desa, tetapi yang terjadi masih banyak desa dan nagari yang belum menyerahkan laporan.
“Ke depan, aparatur pemerintah desa harus serius melakukan perencanaan, karena anggaran yang dicairkan ini untuk kepentingan masyarakat,” tandasnya.
Dijelaskannya, jika proses pencairan anggaran mengalami penundaan, akan berdampak pada proses penggunaan anggaran dan pertanggungjawaban. Proses pencairan anggaran yang tertunda, berdampak pada setiap desa karena selain menyelesaikan pembangunan juga dikejar dengan laporan pertanggungjawaban maupun APB-Desa.
“Sampai saat ini kita masih menunggu waktu desa dan nagari penerima dua anggaran ini memasukkan laporan. Jika dalam waktu dekat kami menerima akan ditindaklanjuti dengan proses verifikasi laporan pertanggungjawaban baru dilakukan pencairan,” katanya.
Anggaran dana desa Kota Ambon mengalami peningkatan di 2017 sebesar Rp28,4 miliar atau mengalami peningkatan sebesar Rp6,8 miliar dibandingkan 2016, sebesar Rp21,6 miliar.
Dana Desa 2017 akan disalurkan dalam dua tahap, yakni tahap pertama sebesar 60 persen atau sebesar Rp17 miliar dan tahap kedua sebesar 40 persen atau Rp11,4 miliar. (Ant)