Arus Balik, Sejumlah SPBU di Jalinteng Kehabisan Bahan Bakar

LAMPUNG – Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Lampung mulai mengalami kehabisan stok bahan bakar minyak jenis premium dan pertalite, kecuali jenis pertamax dan jenis bio solar yang masih tersedia.

Salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) 24-35510 Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, bahkan telah kehabisan stok BBM jenis premium dan pertalite sejak Selasa malam (27/6) akibat banyaknya kendaraan yang mengisi bahan bakar di SPBU yang ada di area Jaalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tersebut.

Taufiq, salah satu operator di dispenser SPBU 24-35510 menyebut, habis pada Selasa malam hingga Rabu pagi (28/6) akibat pasokan dari depo Pertamina Panjang yang hanya mengirim sebanyak 8 kilo liter bahan bakar jenis pertalite dan 8 kilo liter premium.

“Sejak malam hingga pagi memang banyak pemudik arus balik yang akhirnya kecewa karena tidak bisa mengisi bahan bakar jenis premium dan juga pertalite sehingga kami terpaksa memberi pilihan kepada pemudik untuk mengisi pertamax,” terang Taufik, Rabu (28/6/2017).

Berbeda dengan stasiun pengisian bahan bakar umum di Desa Sukabaru, salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum PT Aneka Kimia Raya (AKR) yang ada di Desa Gayam Kecamatan Penengahan telah tutup sejak lama akibat operasional penjualan bahan bakar umum jenis pertalite dan solar tersebut mengalami kerugian. Sebagian pemudik justru mempergunakan SPBU tersebut hanya sebagai lokasi beristirahat karena adanya fasilitas kamar mandi dan toilet.

Kehabisan stok bahan bakar jenis tertentu di antaranya solar juga terjadi di SPBU 24.355.85 yang berada tepat di bawah menara Siger Bakauheni. Meski kehabisan stok tersebut hanya terjadi selama hampir tiga jam dan segera dilakukan pengisian bahan bakar yang habis. SPBU tersebut  hanya menjual bahan bakar jenis pertamax dan jenis pertalite untuk para pemudik dalam arus mudik dan arus balik, pengguna kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat.

“Kita memang hanya menyediakan bahan bakar non subsidi untuk masyarakat khususnya pemudik yang akan menyeberang ke Pulau Jawa dan turun ke Pulau Sumatera dari kapal roro,” terang Nugroho selaku pengelola SPBU 24.355.85 Bakauheni.

Nugroho menyebut, permintaan yang cukup tinggi akan bahan bakar jenis pertalite untuk kendaraan roda dua meningkat sekitar 35 persen dibandingkan hari biasa. Meski demikian antisipasi dilakukan untuk mengatasi kehabisan stok bahan bakar dengan rajin melakukan pemeriksaan stok. Sebelum stok habis atau batas stok tertentu ia selalu berkoordinasi dengan pihak Pertamina depo Panjang untuk melakukan pengiriman pasokan.

Lokasi strategis pertemuan antara Jalan Lintas Sumatera atau dikenal dengan Jalan Lintas Tengah dan Jalan Lintas Timur Sumatera tersebut mengakibatkan SPBU 24.355.85 Bakauheni menjadi rujukan para pengendara. Selain cepat habis saat puncak arus mudik, lokasi strategis membuat SPBU tersebut kerap digunakan untuk beristirahat para pemudik. Hingga mendekati arus puncak balik diakui Nugroho pihaknya mengantisipasi tidak adanya keterlambatan pasokan bahan bakar bagi para pemudik arus balik.

Selain SPBU Desa Sukabaru, SPBU yang sempat kehabisan stok di antaranya SPBU Jati Kalianda dan SPBU Sibayak yang langsung memasang plang bensin habis meski oleh petugas dipastikan pasokan akan datang saat malam hari ini. Kehabisan stok di sejumlah SPBU tersebut dimanfaatkan oleh pemilik usaha pengisian bahan bakar jenis premium dan pertalite dengan menggunakan pertamini sehingga sebagian pengendara membeli bahan bakar di fasilitas pengisian bakar umum eceran milik masyarakat tersebut.

“Lumayan kebanjiran rejeki karena sebagian pemudik yang enggan mengantri memilih membeli di pertamini yang saya kelola dan saya menjual bensin murni langsung dari SPBU yang saya stok sebelum arus balik,” tegas Amin, salah satu penjual bahan bakar eceran di Jalinsum.

 

 

Lihat juga...