LAMPUNG – Puncak arus balik hari raya Idul Fitri tahun 2017 (1438 Hijriyah) yang diprediksi akan terjadi pada hari Sabtu (1/7) atau pada hari kelima lebaran berdasarkan penghitungan oleh PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Bakauheni, menurut Edy Hermawan selaku General Manager PT ASDP Indonesia, telah disiagakan dengan melakukan berbagai persiapan.
Prediksi tersebut diakuinya sesuai dengan perhitungan tanggal cuti bersama selama tiga hari digabung dengan dua hari raya Idul Fitri tahun ini dengan liburan yang cukup panjang.
Beberapa persiapan yang telah dilakukan oleh pihak ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, di antaranya dilakukan dengan persiapan mulai loket pembelian tiket. Pada tahun ini telah disiapkan pola pembelian tiket secara online di situs http://tiket.indonesiaferry.co.id ditambah dengan pengaktifan buffer zone untuk pembelian tiket di antaranya di terminal Rajabasa, Rumah Makan Begadang IV, rest area Masjid Kubah Intan dan Pelabuhan Bakauheni.
“Berbagai sarana yang dipersiapkan tersebut nantinya akan melayani pemudik yang berasal dari Pulau Jawa dan berlebaran di Pulau Jawa. Selanjutnya akan kembali atau balik ke Pulau Jawa,” terang Eddy Hermawan, selaku General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, saat dikonfirmasi Cendana News, Senin sore (26/6/2017).
Terkait persiapan lain selama angkutan arus balik, Sugeng Purwono selaku manager operasional PT ASDP Bakauheni Indonesia Ferry cabang Bakauheni, juga melakukan penambahan loket untuk kendaraan roda dua yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.
Loket pembelian tiket kendaraan roda dua dan roda empat yang disiapkan diakuinya sebanyak 31 loket pembelian tiket kendaraan di antaranya 17 loket kendaraan roda empat terdiri dari 8 loket existing, 2 jalur ex buffer zone dan sebanyak 7 loket portable. Sementara untuk kendaraan roda dua PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni menyediakan sebanyak 14 jalur roda dua diantaranya sebanyak 7 loket merupakan loket portable. Khusus untuk penumpang pejalan kaki pada hari normal yang biasanya disediakan sebanyak 5 loket saat arus mudik PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni menyediakan sebanyak 12 hingga 14 loket.
Selain loket pembelian tiket yang disediakan cukup banyak fasilitas area parkir dengan kapasitas kurang lebih 3.860 unit kendaraan campuran di dalam areal pelabuhan Bakauheni dan sekitar 3.585 kendaraan campuran. Khusus area parkir di setiap dermaga di antaranya dermaga I (parkir A dan B) dengan total kendaraan siap ditampung mencapai 660 kendaraan campuran, dermaga II (parkir C dan D) sebanyak 640 kendaraan campuran, terminal (parkir E dan F) dengan jumlah 220 kendaraan mampu ditampung, dermaga V (parkir J) sebanyak 400 kendaraan campuran mampu ditampung, dermaga VII sebanyak 700 kendaraan campuran bisa ditampung.
“Area parkir paling luas di dalam area Pelabuhan Bakauheni Lampung terletak di dermaga III, dermaga VI (area parkir G,H dan I) sebanyak 1.200 kendaraan campuran siap ditampung,” terang Sugeng Purwono.
Selain penyiapan lokasi parkir pola operasi kapal saat arus mudik dan arus balik yang pada hari normal diberi batas waktu lama berlayar (sailing time) selama 120 menit dipercepat menjadi sekitar 90 menit dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak dan sebaliknya. Sementara waktu bongkar muat (port time) dari semula 60 menit dipercepat menjadi sekitar 45 menit.
Pantauan Cendana News pola sandar kapal dari Pelabuhan Bakauheni ke Merak dan sebaliknya berpasangan sesuai dengan jumlah dermaga yang ada. Kapal sandar di dermaga I Bakauheni berpasangan dengan dermaga I Merak, kapal sandar di dermaga II Bakauheni berpasangan dengan dermaga II Merak,kapal sandar di dermaga V di pelabuhan Bakauheni berpasangan dengan dermaga V Merak,dermaga VI di Pelabuhan Bakauheni berpasangan dengan dermaga VI Pelabuhan Merak. Seperti saat arus mudik ribuan kendaraan roda dua yang diangkut dari Pelabuhan VI Pelabuhan Merak dan sandar di dermaga VI Bakauheni juga akan diberlakukan sebaliknya dan dermaga VII Bakauheni yang berpasangan dengan dermaga IV Pelabuhan Merak akan dikhususkan juga untuk angkutan kendaraan roda dua.
Hingga hari kedua lebaran arus pemudik dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera dan sebaliknya terus mengalir di sepanjang Jalinsum dengan tujuan ke arah Pelabuhan Bakauheni menuju ke Pelabuhan Merak menggunakan transportasi kapal laut meski hingga sore hari hujan masih mengguyur wilayah Pelabuhan Bakauheni.