600 Pelari akan Ikuti ‘Sunrise Running’ di Bali

DENPASAR — Sebanyak 600 pelari lokal, nasional dan internasional akan mengikuti lomba lari “Sunrise Running” di Pulau Serangan, Kota Denpasar, Bali, pada 2 Juli 2017, mendatang.

Panitia Lomba “Sunrise Running”, Gede Risky Pramana, mengatakan, kegiatan lari yang pertama kali ini digelar serangkaian dengan perayaaan HUT Ke-15 Organisasi Masyarakat Pemuda Bali Bersatu (Ormas PBB).

Menurut Risky, hingga saat ini sudah tercatat 600 peserta yang sudah mendaftar ikutserta dalam lomba lari yang digelar di kawasan “Pulau Penyu” tersebut. “Selain pelari lokal dan nasional, sejumlah pelari internasional juga akan ikutserta, seperti pelari Nigeria, Mozambik (Afrika), Australia, dan pelari dari Jerman,” ujarnya di Warung Tresni Denpasar, Kamis (29/6/2017), malam.

Risky juga menjelaskan, selain dari kalangan atlet dan komunitas lari di Pulau Dewata, lomba lari ini juga diikuti peserta dari instansi pemerintah, unsur organisasi masyarakat, serta para pelajar dan mahasiswa.

“Lomba lari tersebut menempuh jarak enam kilometer menyusuri Pulau Serangan, akan dimulai pukul 06.00 WITA dan diakhiri dengan pengundian “doorprise” (undian), serta acara penutupan seluruh rangkaian kegiatan HUT Ke-15 Ormas PP,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Harian Ormas PBB, Made Muliawan Arya, yang akrab disapa De Gadjah, menambahkan, gagasan lomba lari “Sunrise Running” ini sudah muncul sekitar dua tahun lalu.

“Gagasan ini muncul setelah melihat fenomena banyaknya aktivitas lomba lari di Bali seperti ‘Sunset Run, Colur Run’, dan lomba lari lainnya. Kegiatan ini juga mampu menaikkan kunjungan pariwisata, karena selain berlibur mereka juga mengisi kegiatan olahraga,” kata De Gadjah, yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar itu.

Ia mengatakan, kegiatan olahraga lari sudah menjadi “life style” atau gaya hidup masyarakat, animo masyarakat terhadap kegiatan lari ini juga semakin tinggi, sehingga timbul gagasan untuk membuat lomba lari ini.

“Sambil lari bisa lihat sunrise (matahari terbit). Kami akan buat ini sebagai agenda tahunan, sebagai “trademark” Ormas PBB yang identik dengan kegiatan olahraga, sosial kemasyarakatan dan wadah pemersatu semua pemuda,” ujarnya, yang didampingi Sekretaris Umum Ormas PBB, Putu Mahardika.

Putu Mahardika menambahkan, kegiatan lari “Sunrise Running” ini diharapkan akan menjadi kegiatan tahunan yang bergengsi. “Pengurus KONI Bali sudah mengakui kegiatan yang dilakukan Ormas PBB, yakni ‘motorcross’ yang diikuti peserta dari Bali, Jawa dan Lombok (NTB) merupakan ajang bergensi dan menjadi agenda tahunan. Begitu juga kegiatan lari ‘Sunrise Ranning” dengan tema utama ‘ Bersatu Menjaga Kebhinnekaan dan Taksu Bali’ menjadi kegiatan bergengsi ke depannya,” kata Mahardika. (Ant)

Lihat juga...