SENIN, 3 APRIL 2017
CIAMIS —- Meski telah memiliki saluran irigasi untuk persawahan, namun tetap saja warga mengeluhkan minimnya air yang diharapkan dapat mengairi sawah warga petani di Blok Kedung Lemah, tepatnya di Dusun Mulyasari, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
![]() |
| Suasana gotong royong yang dilakukan warga Ciamis membersihkan irigasi. |
Pasalnya selama ini saluran irigasi yang ada telah tertutup dengan material tanah dan rumput, yang mengakibatkan kurang lancarnya distribusi air ke sawah warga. Namun warga tidak berpangkutangan dan akhirnya memilih mengatasi masalah itu dengan bergotong royong membersihkan saluran irigasi yang mengalir diwilayah tersebut.
Ketua Kelompok Tani, Dadang Sujana, saat ditemui di lokasi kegiatan gotong royong di Saluran Irigasi Skunder Gunung Putri I, mengatakan bahwa salah satu penyebab kurang efektifnya distribusi air dalam mengairi sawah karena saluran irigasi yang telah ada selama ini telah berumput dan tertutup dengan tanah. Akibatnya selain menyempit, air yang melalui saluran tersebut juga tidak lancar hingga ke sawah petani.
Saat ini luas areal pertanian di Blok Kedung Lemah, tepatnya di Dusun Mulyasari, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. sekitar 20 hektar. Dari jumlah tersebut hampir setiap musim tanam, petani mengeluhkan minimnya distribusi air ke sawah mereka.
“Dengan kejadian itu kami bersama warga Desa di Blok Kedung Lemah, Dusun Mulyasari, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, secara bergotong royong melakukan pembersihan di saluran tersebut agar air yang selama ini diharapkan oleh petani bisa lancar seperti sedia kala,” ungkap Dadang, Senin (03/04/2017).
Dadang, menambahkan bahwa kegiatan itu juga merupakan upaya dalam menumbuhkan tradisi gotong royong yang selama ini hampir hilang ditengah masyarakat. Namun para petani juga berharap kepada Pemerintah Daerah, melalui instansi terkait dapat memberikan perhatian khusus bagi masyarakat yang berada di pedesaan, khususnya yang menggantungkan mata pencahariannya sebagai petani.
Sebab kata Dadang, salah satu aset pemerintah yang selama ini kurang mendapat perawatan adalah infrastruktur yang ada di Desa, salah satunya adalah saluran irigasi dan jalan.
“Salah satu tradisi masyarakat kita yang saat ini nyaris hilang adalah sifat gotong royong, padahal gotong royong ini memiliki makna yang cukup besar bagi kita utamanya mempererat rasa kekeluargaan dan silaturahmi diantara masyarakat,” pungkas Dadang.
Jurnalis: Baehaki Efendi/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Baheaki Efendi