SABTU, 15 APRIL 2017
JAYAPURA — Pantang mundur sebelum menang, itulah komitmen Selpi Pahabol salah satu mantan siswa dari 316 orang Pendidikan Pertama Tamtama (Diktama) yang telah dilantik, Sabtu (15/04/2017) di Lapangan Pancasila, Rindam XVII Cenderwasih, Kabupaten Jayapura.
![]() |
| Prajurit Dua Septi Pahabol yang lolos tahun ini sebagai Diktama gelombang II tahap 1 TA 2016, |
Putra asli daerah Kabupaten Yahukimo, Papua ini lolos tes penerimaan calon anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) wilayah Komando Daerah Militer (Kodam) XVII Cenderawasih.
Awalnya pada 2014 lalu, ia tes Tamtama di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Sayangya, berkas atau syarat-syarat administrasi yang ia sodorkan tak memenuhi standar seleksi tes administrasi, sehingga dinyatakan gugur atau tak lolos.
Ia terus menunggu tes berikutnya, setahun kemudian tepatnya pada 2015 dirinya kembali mencalonkan diri menjadi peserta tes Tamtama di Kota Jayapura. Di tes ini ia dinyatakan gugur, dan sedikit mengendorkan semangatnya untuk mengabdi kepada Negara sebagai prajurit TNI.
Di tahun yang sama, anak semata wayang pasangan Elimas Pahabol dan Dorkas Mohi ini kembali bangkit untuk menguji kembali semangat juangnya untuk meraih impian yang selama ini diimpikannya, sayangnya, Septi kembali menelan kekalahan.
![]() |
| Septi Pahabol bersama keluarga di lapangan Pancasila, Rimdam XVII Cenderawasih, Kabupaten Jayapura. |
Tetap bersemangat dan ingin membanggakan keluarganya, mahasiswa Universitas Cenderawasih jurusan Pemerintahan ini kembali mengadu nasibnya tes Tamtama tahun 2016 lalu. Dengan modal keimanan yang kuat kepada Tuhan dan didorong niat, tekad dan semangat, Septi akhirnya dinyatakan lolos ditahun ini.
“Sebelumnya saya sangat kecewa, karena tiga kali tes saya tidak lulus. Saya jatuh di administrasi dan tinggi badan,” kata Septi Pahabol kepada Cendana News di lapangan Pancasila, Rindam XVII Cenderawasih, Kabupaten Jayapura.
Kerendahan tutur dan tegasnya hentakan kata-kata yang dilontarkan Septi kepada media ini, bukan berarti sombong. Melainkan, dirinya berserah dan bersyukur atas pemberian berkat dari Tuhan dan sebagai kado Paskah.
Pria kelahiran Yahukimo ini mengaku apa yang diperintahkan pimpinan, pastinya akan dilaksanakan. Tentunya selama tiga bulan kedepan, ia dan bersama 315 rekannya akan ikuti pendidikan kejuruan atau kecabangan Infateri di Rindam XVII Cenderawasih.
“Tentunya selama tiga bulan pendidikan kecabangan, dan setelah dilantik Infanteri saya siap mengabdi kepada Negara walaupun ditugaskan kemana saja,” tuturnya sambil dipeluk salah satu keponakannya.
Kisah ini, salah satu motivasi tentang semangat juang yang tak dapat padam, dikarenakan hanya sebuah rintangan kecil. Septi berpesan: “Bangkitlah! saudara-saudara yang ada di pelosok Tanah Papua, gapailah cita-citamu dimulai dari berusaha dan bekerja, jangan lupa kokohkan iman dan hormati orang sekitar.”
![]() |
| Prajurit-prajurit Tamtama setelah diumuman pembagian kecabangan di Rindam XVII Cenderawasih, Kabupaten Jayapura. |
Jurnalis: Indrayadi T Hatta/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Indrayadi T Hatta
Source: CendanaNews


