Puncak Paskah Umat Katolik di Gereja Santo Petrus dan Paulus

MINGGU, 16 APRIL 2017

LAMPUNG — Pelaksanaan pekan suci sejak Minggu (9/4/2017) yang dilakukan oleh umat Katolik di seluruh dunia dengan beberapa perayaan Kamis Putih, Jumat Agung, malam Vigili Paskah dimeriahkan dengan puncak Perayaan Hari Minggu Paskah oleh seluruh umat pada Minggu (16/4/2017). Salah satu tempat perayaaan adalah  Gereja Santo Petrus dan Paulus Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan. Perayaan puncak Paskah tersebut digelar oleh umat Katolik dari berbagai wilayah kecamatan yang ada di unit Pastoral Bakauheni.

Perarakan menuju gereja oleh para misdinar,lektor dan pastor.

Menurut Yohanes Kasiyo selaku Ketua Panitia Perayaan Misa Minggu Paskah rangkaian liturgi Minggu Paskah dihadiri oleh beberapa stasi di antaranya Stasi Bakauheni, Stasi Pasuruan serta beberapa stasi di wilayah Kecamatan Bakauheni dan Kecamatan Penengahan dengan dipimpin Pastor Wolfram Safari,Pr selaku selebran atau pemimpin Misa Paskah.

“Puncak pekan suci berakhir pada perayaan Minggu Paskah yang dirayakan dengan meriah sebagai puncak peringatan kebangkitan Yesus Kristus,” terang Yohanes Kasiyo selaku panitia perlaksanaan perayaan Minggu Paskah di gereja Santo Petrus dan Paulus saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (16/4/2017)

Gereja berkapasitas puluhan umat tersebut menurut Yohane Kasiyo disesaki umat dari berbagai wilayah sehingga sebagian umat harus duduk di areal depan gereja dengan duduk menggunakan kursi tambahan. Meski demikian pihak gereja tidak menyediakan tenda tambahan karena sebagian umat stasi lain beribadah di beberapa gereja lain yang juga merayakan Paskah Kebangkitan Yesus di gereja stasi masing masing.

Perayaan Paskah pagi yang dilangsungkan dengan diawali perarakan misdinar,pastor dan lektor dari pastori dan menuju ke dalam gereja Santo Petrus dan Paulus dengan diiringi koor yang meriah sebagai ungkapan kebahagiaan atas kebangkitan Yesus Kristus dengan beberapa lagu seperti victimae paschali laudes (hai umat Kristen pujilah Kristus).

Perayaan puncak Minggu Paskah di Gereja St.Petrus dan Paulus.

Liturgi puncak Minggu Paskah didominasi dengan nyanyian khas Paskah adalah Alleluya dan nyanyian serta Mazmur Mazmur yang memakai Alleluya. Pastor Wolfram Safari,Pr yang memimpin perayaan Paskah tersebut dengan tema Keluarga Bangkit Bersama Kristus mengambil bacaan Injil Yohanes terkait kebangkitan Yesus Kristus dengan para perempuan murid muridNya yang menjadi orang yang mengalami penampakan Yesus.

Melalui Homili atau kotbahnya Pastor Wolfram Safari,Pr yang menyampaikan pesan Paskah mengungkapkan agar umat Katolik tidak “menghakimi sesama” dan lebih menekankan pengampunan. Sebab selama ini dalam zaman modern budaya menghakimi atau memberi stigma negatif kepada sesama menjadi budaya yang mematikan.

“Selama ini kita menghidupi budaya kematian atau melakukan penghakiman kepada sesama dengan berbagai cara namun tidak mencintai kehidupan,” terang Pastor Wolfram Safari,Pr.

Ia juga menekankan agar umat tidak hanya melihat sesama dengan melihat bagian kecil saja dengan menghakimi pribadi orang lain. Sebab Yesus Kristus selalu mengajarkan untuk berbuat kebaikan tanpa harus dilihat orang lain bahkan menganjurkan perbuatan baik termasuk berdoa tanpa minta diperhatikan orang lain.

Penekanan mencintai dan memberikan penghargaan pada kehidupan tersebut ia menyebut sudah ditunjukkan dengan Kebangkitan Yesus Kristus. Sebab Yesus mengalami sengsara,wafat,kebangkitan Yesus. Yesus menjalani semua proses tersebut untuk menebus dosa dosa manusia.

“Jika Yesus sengsara mati dan bangkit untuk menebus dosa dosa manusia bahkan dosa paling berat dan ia dibangkitkan Allah Bapa untuk manusia,” ungkap Pastor Wolfram Safari,Pr.

Seusai homili liturgi puncak Minggu Paskah dilanjutkan dengan perayaan Ekaristi dan seluruh umat menerima sakramen Maha Kudus. Sebagian anak kecil dan bayi yang belum menerima sakramen Maha Kudus menerima berkat penandaan salib di dahi sebagai berkah paskah.  Perayaan puncak Minggu Paskah diakhiri dengan berkah meriah dari pastor paroki dan sekaligus mengawali perjalanan masa Paskah selama 50 hari kedepan dan ditutup dengan hari raya Pentaskosta atau turunnya Roh Kudus.

Pantauan Cendana News seusai berkah meriah seluruh umat yang mengikuti perayaan puncak Minggu Paskah sejak pukul 08:00 WIB pagi tersebut langsung melakukan tradisi saling mengucapkan selamat Paskah dan saling memaafkan. Sesuai dengan pesan Paskah untuk saling memberi pengampunan kepada sesama mencontoh Yesus Kristus yang mengampuni sesamanya dan mengalahkan maut untuk memenangkan hidup.

Yohanes Tukiyo, Panitia Perayaan Minggu Paskah.

Jurnalis: Henk Widi/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Source: CendanaNews

Lihat juga...