Bekal, Bentuk Kasih Sayang dan Peduli Kesehatan Anggota Keluarga

RABU, 12 APRIL 2017

SURABAYA — Ternyata ada berbagai manfaat tersembunyi dari kebiasaan membawa bekal, baik saat kerja atau saat sekolah. Seperti penangkal rasa lapar, higienitas terjaga, kebutuhan gizi terpenuhi serta lebih hemat. Setidaknya hal itulah yang dirasakan oleh Yusak Sunaryanto warga Kupang, Panjaan, Surabaya ini setiap hari membawa bekal hasil olahan istrinya untuk dibawa ke kantor.

Yusak saat tengah menikmati bekalnya

“Membuat senang istri karena sudah lelah masak buat suami, masa tidak dimakan kan kasian,” jelasnya kepada Cendana News, Rabu (12/4/2017).

Ia mengaku lebih senang dengan bekal yang dibuat sang istri daripada harus beli di warung. Pasalnya, jarak antara kantor dengan warung makan lumayan jauh. Selain itu tidak tersedianya kantin di kantornya membuatnya kelabakan saat jam makan siang.

“Kalau bawa bekal praktis, kalau lapar tinggal buka bekal, beres,” ujarnya.

Meski kegemarannya membawa bekal baru dimulai sejak Januari lalu, ia merasa bangga dan senang dengan masakan hasil kreasi istrinya. Terlebih lagi menunya setiap hari berbeda, dan sesuai dengan seleranya.

“Menunya setiap hari berbeda, kadang bumbu bali, sayur asem, kebetulan hari ini nasi kuning,” cakapnya.

Sementara itu, istri Yusak, Ita Siti Nasyiah menambahkan, dirinya memang sengaja memasak bekal untuk anak dan suaminya. Hal tersbut dilakukan karena ia kini lebih memilih hidup sehat, salah satunya dengan tidak menggunakan penyedap rasa saat memasak.

“Apalagi bahannya masih segar dari pasar, pasti dijamin kebersihan dan kesehatannya kalau masak sendiri, untuk keluarga harus yang sehat,” tuturnya.

Selain itu menurutnya, dengan membawa bekal ke kantor, sang suami tidak perlu repot keluar kantor untuk sekedar membeli makanan. Mengingat di kota besar seperti Surabaya, masakan rumahan jarang dijual.

“Kalaupun ada pasti mahal harganya padahal menunya biasanya sederhana, lebih baik masak sendiri,” tukasnya.

Bekal nasi kuning milik Yusak

Di hari peringatan bekal nasional ini, Ita berharap bekal bisa menjadi salah satu bentuk perhatian dan kasih sayang antara ibu dengan anak, maupun antara istri dengan suami. Sehingga suami selalu ingat dengan masakannya dan lebih senang makan di rumah daripada makan di warung.

“Ini harus menjadi kebiasaan bagi para ibu rumah tangga untuk selalu menyediakan bekal bagi keluarga tercinta karena lebih hemat, efisien dan sehat,” pungkasnya.

Jurnalis : Charolin Pebrianti / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Charolin Pebrianti

Source: CendanaNews

Lihat juga...