SABTU, 15 APRIL 2017
JAYAPURA — Suasana haru dan bangga hiasi pelantikan 316 mantan siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Diktama) di lapangan Pancasila, Rindam XVII Cenderwasih, Kabupaten Jayapura, Sabtu (15/4/2017).
![]() |
| Isak tangis hiasai pertemuan orang tua dan anak setelah dilantik sebagai prajurit TNI AD. |
Dari pantauan Cendana News, prosesi upacara kelulusan tes Tamtama ini berlangsung seperti biasanya, pemberian lencana penyematan lencana, penandatangan kelulusan siswa terbaik dan dihibur dengan atraksi-atraksi dari prajurit yang telah lulus seperti bongkar pasang senjata api, beladiri, kekompakan baris berbaris senapan, serta teatrikal melindungi warga dari tindak kriminal tanpa gunakan senjata api.
Suasana mulai hening dan perlahan dibanjiri air mata saat 316 prjurit berdiri secara teratur membelakangi tamu undangan serta orang tua bahkan saudara-saudara mantan siswa itu, ketika protokoler menyuruh keluarga untuk menghampiri anak atau saudara-saudaranya yang telah lulus.
Ratusan prajurit yang nampak gagah dan tegar itupun hanyut dalam sukacita seketika dihampiri keluarga maupun kerabat-kerabatnya. Namun, dari pantauan media ini tak kesemuanya bersuka cita bersama keluarga, ada juga yang harus sendiri merayakan perasaan bahagia tersebut.
Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian mengatakan tadi ada sumpah seorang prajurit dan sumpah ini disaksikan semua undangan. Bersumpah itu, lanjutPangdam adalah pertanggung jawaban masing-masing kepada Tuhan YME.
“Artinya sumpah itu dipertanggung jawabkan kepada Tuhan yang diyakini sesuai agama yang dianut masing-masing,” kata Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian.
Dikatakan Pangdam, selama pendidikan mereka dibekali kemampuan dan keterampilan dasar sebagai prajurit dan setelah ini mereka akan dibagi sesuai dengan hasil psikotes dan dibina menurut bidang atau cabangnya.
“Dari pengetahuan yang diberikan, jati diri mereka sekarang adalah jati diri sebagai prajurit rakyat, TNI lahirnya dari rakyat. Cintai rakyat. Tentara pejuang, tidak boleh mengeluh. Bersedia ditempatkan di mana saja,” ditegaskan Pangdam.
Menurutnya, prajurit nasional artinya prajurit ada untuk kepentingan nasional yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ditambahkannya, prajurit TNI adalah zat perekat kesatuan dan persatuan NKRI.
“Sebab kita berbeda beda yang disatukan melalui Pancasila, yakni Bhineka Tunghal Ika. Banyak Negara-negara yang hancur karena tidak memiliki persatuan. NKRI memiliki persatuan, toleransi. Jati diri kita adalah perekat persatuan dan kesatuan,” tuturnya.
Pesan Pangdam dalam penutupan kelulusan Pendidikan Pertama Tamtama (Diktama) gelombang II tahap satu tahun anggaran 2016 yakni berbanggalah sebagai prajurit yang telah lulus dan itu adalah kebanggaan serta sejarah tersendiri bagi kalian dan keluarga, terus belajar dan belajar serta berlatih dan berlatih.
![]() |
| Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian sematkan tanda anggota TNI yang telah lulus tes. |
Jurnalis: Indrayadi T Hatta/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Indrayadi T Hatta
Source: CendanaNews

