SENIN, 3 APRIL 2017
![]() |
| Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Suharman Tabrani. |
Deflasinya angkutan udara disebabkan bulan Maret 2017 tergolong low season, meski terdapat pengurangan subsidi tarif listrik. Selanjutnya, kelompok inflasi inti memberi andil deflasi terutama berasal dari turunnya harga tarif pulsa dan keramik.
“Selain karena low season, pada bulan Maret itu juga ada perubahan rute pada beberapa penerbangan di Balikpapan yang semula dilakukan maskapai full service menjadi penerbangan low cost,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Suharman Tabrani, Senin (3/4/2017).
Ia menerangkan, volatile food masih memberikan inflasi sebesar 0,08% (mtm) yang utamanya disumbang oleh kenaikan harga ikan segar dan daging ayam ras yang terkendala pada pasokan.
Sementara, tarif listrik juga memberikan andil inflasi sebesar 0,06% (mtm), seiring pengurangan subsidi pelanggan rumah tangga 900 Volt Ampere.
“Pada 1 Maret lalu kan subsidi dikurangi menjadi Rp442/kwh dari Rp685/kwh. Walau dikurangi masih memberikan dampak inflasi,” tandasnya.
Selain itu, pihaknya memperkirakan pada bulan April 2017 akan terjadi inflasi yang relatif terbatas. Tekanan inflasi masih diperkirakan dari sub kelompok administered prices khususnya angkutan udara karena beberapa long weekend di bulan berjalan.
Adapun potensi deflasi akan terjadi karena komoditi cabai akan kembali normal dan potensi meningkatnya pasokan beras, seiring masuknya masa panen.
“Targetnya inflasi Balikpapan tahun 2017 ini dapat kembali menyasar pada kisaran 5%+-1,” tutupnya.
Sementara itu, inflasi tahun kalender atau Year to Date pada bulan Maret 2017 sebesar 0,78% dan inflasi Year in Year sebesar 4,69%.
Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Satmoko / Foto: Ferry Cahyanti